Artikel

Generasi Muda Saat Ini Harus Jadi Generasi yang Berilmu Pengetahuan

Kedungkandang (malangkota.go.id) – Dalam video teleconference dalam acara Syawal Expo 3 Milenial 4.0 yang digelar di GOR Ken Arok Kota Malang, Minggu (14/7/2019), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan banyak pesan, terutama bagi kaum muda atau generasi milenial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir (kiri) saat teleconference

Hal ini terkait kemajuan teknologi dan kaum muda sebagai generasi penerus bangsa yang harus menjadi garda terdepan, sehingga ke depan akan terlahir pemimpin masa depan yang amanah.

Dengan demikian, nantinya akan menjadi umat yang cerdas dan mencerdaskan. Masa depan umat, bangsa dan bahkan peradaban dunia ke depan ada di tangan anak muda saat ini, sehingga peran kaum muda atau yang sering disebut kaum milenial ini sangat menentukan masa depan suatu bangsa

Disisi lain, disampaikan Haedar Nashir jika hal tersebut dibarengi dengan kecanggihan teknologi dan perkembangan zaman yang luar biasa. “Namun kita tidak boleh luruh, dan sebagai generasi muslim milenial harus bisa membawa Islam sebagai agama yang mencerahkan,” ujarnya.

Generasi muda harus menjadi sosok yang beriman, memperkokoh karakter, dan berakhlakul karimah. “Karena pada dasarnya, betapa pun majunya kita dalam peradaban baru, tetapi kekuatan manusia itu ada pada iman, takwa dan kesalehannya,” jelasnya.

Haedar pun mencontohkan sosok Nabi Muhammad SAW yang di usia muda mendapat gelar Al-Amin atau orang yang terpercaya, dan di usia 40 tahun telah diangkat menjadi Rasul. Dan setelah itu pula selama 23 tahun, Nabi Muhammad SAW mampu mengubah peradaban jahiliyah menjadi Al-Madinah, Al-Munnawaroh.

Dari contoh tersebut, kata dia, generasi muda saat ini harus menjadi generasi yang berilmu pengetahuan, menguasai teknologi  dan berwawasan luas. “Orang Islam, khususnya generasi muda Islam, tidak boleh sempit wawasannya, tidak boleh kerdil ilmu, dan harus memiliki tradisi iqro, yakni iqro dalam makna yang luas, berfikir secara keilmuan, obyektif, dan menggunakan akal pikiran yang luas, dan menjadi ulil albab,” terang Haedar.

Pria berkacamata itu pun berpesan, kaum muda hendaknya dapat menjadi pelopor dan menjadi generasi yang berkemajuan serta dapat membawa kemaslahatan bagi seluruh umat. “Kuasailah teknologi dan jangan sebaliknya, jangan sampai teknologi yang menguasai hati, pikiran dan tingkah laku kita dalam hidup dan berkehidupan,” pungkas Haedar. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content