Berita

Musrenbang Tingkat Kecamatan Klojen Tahun 2020

Klojen (malangkota.go.id) – Saat menghadiri dan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Klojen 2020 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 yang digelar di aula Kantor Kecamatan Klojen, Rabu (19/02/2020), Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan berbagai hal.

Wali Kota Malang memberikan sambutan pada Musrenbang Kecamatan Klojen

Disampaikan Sutiaji, program kerja harus terencana dengan baik agar nantinya juga memperoleh hasil yang optimal. Dia mengibaratkan program kerja itu dengan seorang petani, dimana ketika menanam saat ini, maka hasil atau panennya tidak bisa dirasakan sekarang. Akan tetapi, hasil panen ini sebagian besar akan ditentukan saat petani melakukan proses penanamannya seperti apa.

Pria berkacamata itu menyarankan agar rencana kerja yang dimulai dari tingkat kelurahan ini hendaknya berbasis kepada ekonomi kreatif yang dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi dan besarannya sekitar 70 persen. “Konkretnya, bagaimana mengemas produk dari UMKM yang mungkin hanya biasa, namun nantinya bisa bernilai lebih dan memiliki pangsa pasar yang jelas,” sambung Sutiaji.

Wali Kota Malang mencontohkan produk makanan berupa lemper, dimana harga di pasaran berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000 yang hanya dibungkus daun pisang. Sutiaji mengajak warga bagaimana lemper tersebut bisa dipasarkan secara daring dan harganya bisa menjadi tiga kali bahkan lima kali lipat dari harga di pasaran. “Hal ini tentu tidak mudah dan pasti butuh proses. Akan tetapi, hal tersebut harus dilakukan agar produk UMKM terus berkembang dan bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Selain program non-fisik, program pembangunan fisik seperti drainase dan akses jalan menurut Sutiaji juga akan disinkronkan dengan kemajuan teknologi, seperti halnya bagaimana pemetaan wilayah untuk menekan dan mencari titik-titik banjir, sehingga penanganannya juga lebih baik.

“Ke depan yang juga perlu dikuatkan lagi diantaranya yaitu sinergi dan kerjasama para pelaku UMKM dengan pasar modern untuk mempromosikan serta memasarkan produk-produk terbaiknya. Selain itu, pelatihan yang sifatnya melahirkan wirausaha baru juga harus digenjot lagi, dan Dinas Kominfo harus menjadi salah satu partner atau pendukung utama dalam program ini,” urai Sutiaji. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content