Berita

Wali Kota Malang Apresiasi Pekan Kebudayaan Daerah 2020

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi Pekan Kebudayaan Daerah yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Dari acara yang dihelat sejak tanggal 28 September hingga 1 Oktober di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Malang tersebut, ia berharap agar geliat pelaku seni budaya dapat lebih besar lagi di masa pandemi seperti saat ini.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memukul gong sebagai tanda dibukanya Pekan Kebudayaan Daerah

Budaya daerah yang juga merupakan bagian dari sejarah, harus terus dijaga dan dilestarikan serta harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa dengan baik. “Kebesaran bangsa ini tak lepas dari sejarah dan akan menjadi kekuatan Indonesia sepanjang masa. Kita pun dapat mengenali diri kita apabila telah memahami sejarah secara komprehensif,” jelas pria berkacamata itu saat pembukaan Pekan Budaya Daerah, Rabu (30/09/2020).

Adanya kebudayaan nasional, terang Sutiaji, merupakan rangkuman dari budaya lokal atau daerah, sehingga sebagai warga negara yang baik kita harus menghargai sejarah dan hasil dari budaya itu sendiri. Oleh sebab itu, dari acara yang diikuti 50 peserta dari kalangan lembaga pendidikan berbagai jenjang dan sanggar-sanggar seni ini hendaknya terlahir individu-individu yang dapat merealisasikan semua itu.

“Meski saat ini wabah Covid-19 belum berakhir, para pelaku seni hendaknya tetap berkarya, namun dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, roda ekonomi akan bergeliat, yang nantinya pasti juga berimbas kepada sektor lain. Dari sebuah pertunjukan seni budaya, akan turut mengungkit sektor ekonomi kreatif, kuliner dan pelaku UMKM,” ungkap Sutiaji.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang Dra. Zubaidah, MM. Menurutnya, event seperti ini memang harus terus diadakan agar budaya daerah yang merupakan salah satu ciri khas bangsa ini tidak punah dan bahkan tidak diklaim oleh pihak lain. “Regenerasi pelaku seni budaya pun terus kami lakukan, sehingga nantinya tumbuh para pelaku seni muda bertalenta,” paparnya.

Perempuan berhijab itu menambahkan, dari kegiatan seperti ini juga akan berdampak positif bagi para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak atau menghasilkan barang seni budaya, seperti pengerajin topeng Malangan dan batik. “Setiap even yang kami gelar, kami sebisa mungkin mengundang dan melibatkan para pelaku UMKM seperti pada acara kai ini. karena pada dasarnya pelaku UMKM juga terdampak di masa pandemi seperti saat ini,” imbuh Zubaidah. (say/yon)

You may also like

Skip to content