Malang, (malangkota.go.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang dan TP PKK Kota Malang menyalurkan bantuan dalam bentuk bedah rumah kepada warga, Senin (20/12/2021). Bantuan ini disalurkan di dua lokasi, yakni Kelurahan Pandanwangi dan Kelurahan Ciptomulyo.

Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan bedah rumah

Perwakilan Baznas Bidang Keuangan Sulton Hanafi bersama Widayati Sutiaji selaku Ketua TP PKK Kota Malang menyerahkan secara simbolis hasil bedah rumah di kedua titik lokasi tersebut. Lokasi pertama yang disambangi rombongan tersebut adalah rumah ibu Supree di Jalan LA. Sucipto Gang Taruna III, Kelurahan Pandanwangi. Selain itu, di wilayah yang sama juga dibangun tempat Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) umum bagi warga.

“Selain bedah rumah, di Pandanwangi ini juga didirikan MCK. Karena di sini ada enam keluarga yang belum memiliki kamar mandi. Sehingga selama ini mereka melakukan aktivitas MCK di Sungai Brantas,” ujar Sulton.

Bedah rumah ini, kata dia, kegiatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK. Nanti pihaknya akan mengadakan kegiatan berkelanjutan untuk tahun 2022. Baznas juga sudah koordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Setelah dari Pandanwangi, rombongan Baznas dan TP PKK bergeser ke Kelurahan Ciptomulyo. Di lokasi ini bantuan diserahkan kepada ibu Solichah. Rumah yang berdiri di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Kolonel Sugiono Gang II, RT 5 RW 3, Kelurahan Ciptomulyo ini sebelum dibedah dan mengalami kebocoran yang cukup parah.

“Untuk memperbaiki rumah ini dibutuhkan biaya Rp16.800.000,00. Bantuan dari Baznas Rp15.000.000,00 dan sisanya Rp1.800.000,00 merupakan bantuan dari masyarakat sekitar. Untuk diketahui, bantuan yang disalurkan Baznas Kota Malang ini merupakan hasil dari infak para aparatur sipil negara (ASN( di Kota Malang,” ungkap Sulton.

Widayati Sutiaji juga mengungkapkan, bahwa giat ini merupakan hasil kolaborasi dengan anak bangsa yang secara aktif memberikan data terkait kebutuhan masyarakat, sehingga kebijakan yang dibuat bisa tepat sasaran. Ia juga mengapresiasi Baznas Kota Malang yang telah mendukung program tersebut.

“Kami bergandengan tangan dengan Baznas. Banyak hal yang sudah diberikan kepada kita dari Baznas, seperti bantuan kepada 200 anak yatim korban Covid-19, yang masing-masing mendapat Rp3 juta dan juga perlengkapan sekolah,” ujar Widayati.

Selain itu, juga ada bedah rumah dan pada hari ini diserahkan dua unit rumah yang telah dibedah dan layak huni. “Semoga ke depan TP PKK dapat terus bergandengan tangan agar bisa lebih banyak membantu pemerintah dalam menangani kemiskinan di Kota Malang,” terang Widayati.

Widayati berharap bahwa kehadiran TP PKK Kota Malang dapat memberikan motivasi bagi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 belum usai, maka protokol kesehatan tetap harus dipatuhi. Selain itu, stunting di Kota Malang 12%, maka tugas kita semua terutama PKK untuk mengeliminasi stunting untuk sosialisasi pada keluarga, yaitu dengan meminimalisir pernikahan dini dan urban farming,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Drs. R. Achmad Mabrur mengatakan, bantuan bedah rumah ini adalah cara Pemkot Malang bersama pihak terkait untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Malang. Karena di Kota Malang ada beberapa warga yang memang sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

“Melalui Baznas, kami di Pemkot Malang melakukan program Gerbu atau Gerakan Seribu Rupiah yang dikumpulkan dari para ASN setiap harinya. Kemudian dikumpulkan oleh Baznas untuk disalurkan kepada warga Kota Malang yang membutuhkan,” ujar Achmad Mabrur.

Pihaknya berharap, tahun depan akan lebih banyak lagi warga Kota Malang yang terbantu melalui program Gerbu ini. Di mana tahun ini, Baznas telah menyalurkan untuk bantuan bedah rumah dan membayar utang warga yang terlilit pinjaman online. (ari/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content