Artikel Kuliner

Nikmatnya Pangsit Mie di Depot Mie Sawahan

Malang, (malangkota.go.id) – Nawak Ngalam suka makanan Chinese Food? Di Kota Malang ada beberapa restoran Chinese Food yang melegenda. Salah satunya adalah Depot Mie Sawahan. Depot ini sudah ada selama lebih dari setengah abad.

Seorang pembeli menuangkan kuah mi pangsit ke dalam mangkok

Didirikan oleh Phiang Pham Ing pada tahun 1966, awalnya berjualan di Stanplat (tempat perhentian kendaraan umum) Malang. “Dulu kita jualnya di stanplat situ yang sekarang jadi pom bensin Sawahan. Di belakang perhentian bus kan biasanya banyak warung atau kios gitu kan. Kita jualan di situ. Lama dulu kita di sana, ya rame juga,” kata Connie Kurniawati, anak dari Phiang Pham Ing.

“Di sana ramai orang naik turun dari gunung Kawi atau Surabaya, bahkan juga dari luar pulau yang mau ke gunung Kawi kan di Jalan Buton itu dulu stanplat taksi ke gunung Kawi apalagi pas Jumat Legi dan Kamis Kliwon, ramai sekali. Nah orang-orang ini banyak yang mampir makan di tempat kami sebelum perjalanan lagi,” kenang Connie Kurniawati.

Connie bercerita bahwa awalnya sang mama berjualan pangsit mi, bakso, dan nasi goreng. Depot Sawahan semakin berkembang dan pindah ke tempat yang sekarang di Jalan Yulius Usman Nomor 15 B-C, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, pada tahun 1970-an. Kini ada 55 jenis menu yang ditawarkan.

Banyak menu yang ditawarkan, namun tentu sesuai namanya “Depot Mie Sawahan” menu favorit di rumah makan ini adalah pangsit mi. Walau demikian, menu lainnya juga tak kalah nikmatnya. “Kalau yang banyak dipesan di sini itu ya pangsit mi. Kita punya ciri khas sendiri. Resep turun-temurun. Yang masak saya sendiri sama ada dibantu seorang tukang masak yang sudah ikut di sini lama sekali, sejak masih genduk (gadis),” ujarnya.

Pangsit mi di depot ini memang terkenal nikmat, kenyal, racikan bumbunya gurih, topingnya melimpah, serta dilengkapi dengan kuah dan acar yang segar yang hangat. Sungguh nikmat disantap saat pagi, siang, maupun malam terlebih di cuaca hujan dan udara dingin beberapa waktu ini.

Wanita ramah ini menuturkan, pelanggannya banyak juga yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh karena itu, untuk melayani pelanggan jauhnya itu, Connie berinovasi dengan menyediakan makanan olahannya dalam bentuk frozen. “Kita juga banyak menjual masakan dalam bentuk frozen dan bisa dikirim ke luar kota. Kalau yang pasti ada pangsit mi, namun untuk masakan lainnya bisa pesan dulu karena harus divakum dan dibekukan,” tuturnya.

Secara terbuka Connie mengungkapkan, depotnya bukan 100 persen halal. Artinya, ada beberapa menu berbahan dasar babi. Namun, menu-menu seperti pangsit mi, nasi goreng, bakmi, capcay, dan lain-lain bisa dipilih dengan menggunakan daging ayam atau babi.

“Mematuhi arahan Pemkot Malang terkait halal tourisme, maka kami juga menginformasikan terbuka tentang menu yang kami sediakan, halal dan tidak halal,” ujarya.

“Depot kami memang tidak khusus halal, cuma kalau orang minta halal kita pasti bikinkan. Kalau ada orang yang datang terus lihat di daftar menu ada nasi babi, babi kecap, terus orangnya gak jadi makan di sini ya tidak apa-apa. Mungkin tidak nyaman. Malah kalau ada pelanggan yang pakai hijab misalnya, tanpa request pasti kita kasih tahu yang masak untuk pakai ayam saja. Kita juga jaga dan hormati kepercayaan orang, seperti pangsit mi ayam kita pakai minyak bawang. Kita masak juga pakai minyak goreng biasa,” sambungnya.

Nawak Ngalam, tertarik menjadikan Depot Mie Sawahan sebagai destinasi kuliner? Seporsi makanan di sini harganya mulai Rp30 ribu hingga Rp59 ribu. Depot ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-14.30 dan 17.00-20.00 WIB. (ari/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content