Berita Pelayanan Publik

Pacu Inovasi Pelayanan Publik, Pemkot Selenggarakan Kompetisi

Malang (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang berkomitmen melakukan inovasi dalam berbagai sektor pelayanan publik. Dalam rangka mendorong perangkat daerah dan instansi untuk melakukan inovasi dalam pelayanannya, Pemkot Malang melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Malang menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang 2022 pada tanggal 15-16 Juni 2022.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang 2022

Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Malang, Boedi Utomo, SE., M.Si mengungkapkan, kompetisi pelayanan publik ini diikuti oleh perangkat daerah dan unit-unit layanan publik. Hasil dari KIPP ini akan diikutkan ke level provinsi yang biasa disebut Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) dan di tingkat nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK).

“Dari KIPP ini, Kota Malang telah memiliki berbagai inovasi yang sudah diakui nasional seperti inovasi Braille e-Ticket And Extraordinary Access for Visual Disabilities (Brexit) dari Puskesmas Janti, Sepasar Pedas inovasi dari Diskopindag, hingga Si Ikan Nila dari Kelurahan Bakalan Krajan,” tuturnya di sela paparan peserta KIPP, Rabu (15/6/2022).

Lebih lanjut, Boedi menuturkan, pada tahun ini ada 49 inovasi dari berbagai unit kerja dan perangkat daerah di Kota Malang. Sehingga, sampai tahun 2022 ini Kota Malang telah memiliki total 111 inovasi.

“Bagian Organisasi memiliki tanggung jawab mendampingi untuk meningkatkan inovasi teman-teman. Inovasi ini juga kadang sudah ada pembaruan dan bisa direplikasi oleh unit kerja lainnya. Sehingga inovasi di satu unit kerja dapat juga menyebar dan dilakukan di tempat lain di lingkup Pemerintah Kota Malang,” terangnya.

Boedi mengungkapkan, Bagian Organisasi telah melakukan bimbingan teknis tentang KIPP ini, di mana salah satu materinya penyusunan proposal. Sebelum sampai pada tahap paparan inovasi, pihaknya juga telah melakukan seleksi administratif terhadap proposal yang diajukan peserta.

“Jadi proposal peserta yang ikut paparan hari ini secara sistematik dan substansi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Walau demikian, kami masih berikan masukan untuk lebih baik, misalnya bagaimana bagaimana komunikasi pentahelix, bagaimana manfaatnya pada masyarakat dan lainnya,” tutupnya. (ari/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content