Artikel UMKM

Jaga Kualitas, Boltapiet Banjir Pesanan Jelang Lebaran

Blimbing (malangkota.go.id) – Pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah, permintaan kue Lebaran pun terus meningkat. Tak terkecuali Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) oleh-oleh khas Malang Boltapiet (Bolu Tape Malang) yang berlokasi di Jl. Sembilang Gang I Nomor 47 Polowijen Kota Malang.

Oleh-oleh khas Malang Boltapiet (Bolu Tape Malang) salah satu produk UMKM Kota Malang

Pemilik usaha Boltapiet, Fadilah Fitriani mengungkapkan bahwa memasuki bulan Ramadan, permintaan kue Boltapiet mengalami peningkatan. Dalam sehari, dikatakannya kurang lebih ada permintaan sebanyak sepuluh lusin.

“Alhamdullilah permintaan pembeli saat ini semakin banyak dibanding tahun lalu. Naiknya kira-kira 80 persen,” jelas Fitri, panggilan Fadilah Fitriani, Selasa (28/3/2023).

Untuk bisa menjaga agar pelanggan lama maupun pelanggan baru setia dengan produksinya, Fitri menyebutkan selalu menjaga kualitas produk yang dibuat dan juga meluncurkan varian baru. “Termasuk menyambut Lebaran tahun 2023 ini kami menghadirkan varian palm keju yang dulu-dulunya tidak ada,” terang Fitri.

Selain meluncurkan varian baru, untuk memanjakan pelanggannya, disebutkan Fitri pihaknya juga selalu merubah model kemasan kue Lebaran. Harapannya agar selalu ada nuansa baru dan berbeda pada setiap momen Lebaran.

Berbagai varian rasa yang ditawarkan Boltapiet di antaranya varian rasa kismis keju, coklat keju, almond keju, kurma keju, milo keju, beng-beng keju, oreo keju, palm keju. Berbagai varian rasa ini disediakan untuk memanjakan para pelanggan menikmati sensasi bolu tape.

Harga berbagai kue di Boltapiet pun sangat beragam, mulai harga Rp60.000,- per toples ukuran 500 gram. Sementara itu untuk hampers Lebaran dibanderol dengan harga mulai Rp140.000,- sampai dengan Rp300.000,-.

Fitri menyebutkan selama ini beragam cara memperoleh pelanggan, mulai dari pengunjung yang langsung datang ke tempat usahanya, ada yang membeli secara online, dan ada juga reseller. Untuk pembeli kebanyakan berasal dari Malang Raya dan juga wisatawan yang datang ke Kota Malang untuk mencari oleh-oleh. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content