Pendidikan Religi

Masjid Raden Patah UB Hadirkan Berbagai Program Selama Ramadan

Klojen (malangkota.go.id) – Untuk mengisi Bulan Suci Ramadan dengan kegiatan bermanfaat, Masjid Raden Patah yang berada di Universitas Brawijaya Malang menggelar berbagai program yang memiliki keutamaan. Seperti tadarus, salat berjemaan dan kajian agama. Khusus untuk kajian agama yang dilaksanakan sore hari, disediakan takjil dan makanan berbuka puasa gratis bagi mahasiswa yang mengikutinya.

Kajian Ramadan di Masjid Raden Patah UB Malang 

Salah satu takmir masjid Nur Hidayat saat ditemui, Sabtu (16/3/2024) mengatakan bahwa pada dasarnya Masjid Raden Patah adalah masjid induk kampus atau pusat peradaban dan perkembangan syiar dakwah di Universitas Brawijaya. “Untuk menarik jemaah dan menstimulasi adik-adik mahasiswa agar mereka tetap mau ke masjid, bukan hanya sekedar melaksanakan salat berjemaah tapi juga mengikuti berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raden Patah, khususnya di bulan Ramadan ini,” imbuh Hidayat.

Diungkapkannya, setiap harinya ada 500-700 menu takjil dan makanan berbuka puasa yang anggarannya berasal dari donatur tetap dan dari hasil infak masjid. Untuk penyedia makanan berbuka, selain melibatkan para pemilik kantin di kampus, juga dari mahasiswa yang memiliki usaha atau tertarik mengisi tenda-tenda di bazar Kampung Ramadan yang ada di depan masjid. Sehingga dari program ini sekaligus untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Tradisi ini disebutkannya rutin dilakukan setiap tahun dan disambut antusias oleh para mahasiswa. Jadi selain mendapat takjil dan makanan berbuka puasa gratis, mereka juga mendapat tambahan atau pendalaman ilmu agama.

Sedangkan nama masjid Raden Patah, diceritakannya diambil dari salah satu putra Raja Brawijaya yaitu Raden Wijaya. Raden Patah merupakan satu-satunya raja yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa kala itu. “Spirit yang bisa diambil dari Raden Patah adalah menjadi sosok atau pelopor dalam menyebarkan agama Islam di Universitas Brawijaya dan masyarakat pada umumnya,” beber Hidayat.

Masjid yang dibangun tahun 1978 dan berlantai tiga ini mampu menampung jemaah hingga 9.000 orang dan suasananya sangat nyaman. Di pintu masuk disediakan minyak wangi, ada tempat menitipkan makanan, dan dihiasi berbagai ornamen yang menjadikan setiap orang yang salat atau mengaji di masjid ini akan betah untuk berlama-lama.

Berbagai program selama bulan Ramadan ini, disambut antusias oleh para mahasiswa. Seperti halnya disampaikan Irsanti Fitriana. Perempuan asal Jakarta ini mengaku mendapat keuntungan ganda, yaitu memperdalam ilmu agama dan mendapat takjil serta makanan berbuka puasa gratis. “Saya tertarik untuk selalu mengikuti kajian agama, dan di sisi lain dapat menghemat pengeluaran uang jajan saya,” ungkapnya.

“Selain ikut kajian dapat pahala, kita dapat makanan juga, gratis pula. Kan lumayan bagi para mahasiswa. Apalagi mahasiswa kan pastinya kalau dengar-dengar makanan gratis itu biasanya langsung diserbu gitu. Menurut saya ini program yang bagus dan harus terus dilakukan,” tutup Irsanti. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content