Berita

Jangan Diskriminasikan Penderita AIDS

Mencegah agar penyakit mematikan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang saat ini sudah menyerang di setiap kecamatan di Kota Malang, Dinas Kesehatan Kota Malang tidak pernah lelah melakukan usaha. Diantaranya dengan menggelar Sarasehan HIV/AIDS bagi stakeholder dan tokoh masyarakat, di Balai Kota Malang, Senin (5/12).

Narasumber bersama Wawali Drs. Bambang Prio Utomo, B.Sc pada pembukaan sarasehan
Narasumber bersama Wawali Drs. Bambang Prio Utomo, B.Sc pada pembukaan sarasehan

Data terakhir di Kota Malang yang hanya terdiri dari lima kecamatan saat ini sudah terdata sebanyak 1.875 orang pengidap HIV/AIDS. Jika tidak ditangani dengan benar, HIV/AIDS bisa menjadi bom waktu yang sangat mengerikan bagi masyarakat Kota Malang.

Nusindrati ketua bidang P2PL Kota Malang, mengungkapkan kegiatan sarasehan ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Sebelum melaksanakan sarasehan sudah ada empat kegiatan yang lebih dahulu digelar, mulai dari talkshow, Refresus FER SMP/SMA dan Lomba Poster HIV/AIDS.

“Selain menghadirkan para stakeholder dan tokoh masayarakat, pada sarasehan ini kami juga mendatangkan anak-anak SMP dan SMA yang sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Dengan jalan ini kami berharap remaja di Kota Malang bisa membentengi diri sebaik mungkin sehingga tidak sampai menjadi korban,” jelas Nunus, panggilan akrab Nusindrati, Senin (5/12).

Kegiatan sarasehan ini menurut Nunus diikuti sebanyak 100 peserta, mulai dari stakeholder, CSR, CSO dan LSM, perguruan tinggi, akademisi dan dari rumah sakit. Dengan berkumpulnya semua komponen ini, diharapkan penanganan AIDS di Kota Malang bisa semakin bagus.

Wawali Drs. Bambang Prio Utomo, B.Sc  mengatakan sudah selayaknya saat ini masyarakat meletakkan hak-hak penderita AIDS pada tempat yang selayaknya. Jangan adal lagi diskriminasi termasuk didunia kerja.

“Mendiskriminasikan pasien aids bukanlah sebuah solusi, dengan sarasehan ini kami berharap semakin tumbuh dimasyarakat pemahaman dan kesadaran masyarakat, untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi AIDS sebagaimana mestinya,” terang Bambang. (cah/dmb)

You may also like

Skip to content