Berita

Wali Kota Malang: Satu Jalur Lebih Murah

Sesuai rekomendasi dari forum lalu lintas, ternyata satu jalur yang diberlakukan di kawasan Jalan Mayjend. Panjaitan dan sekitarnya merupakan strategi paling murah. Hal itu lebih peduli pada wong cilik. Daripada dua jalur, kita harus melebarkan ruas jalan, dimana selain membutuhkan banyak biaya, juga akan merugikan masyarakat.

Wali Kota Malang, H. Moch. Anton
Wali Kota Malang, H. Moch. Anton

Hal itulah yang disampaikan oleh Wali Kota Malang, H. Moch. Anton, Sabtu (21/12). Jika dipaksakan dua jalur, maka akan banyak usaha/ toko-toko yang ada di pinggir jalan raya atau yang ada di sempadan sungai akan tutup, karena terkena pelebaran jalan. “Dengan demikian, maka masyarakat sendiri yang akan rugi,” ujar pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

Ditambahkannya, masyarakat akan kehilangan mata pencahariannya, apalagi bagi mereka yang dimungkinkan tidak mempunyai izin usaha. “Dalam penerapan sistem satu jalur ini, kami lebih melihat pada sisi kepedulian kepada warga, dan tidak benar jika ada anggapan Pemkot Malang arogan. Dari beberapa kajian, satu jalur dirasa lebih efektif,” sambung Abah Anton.

Saat dikonfirmasi tentang hasil pertemuan warga dengan wali kota di salah satu pondok pesantren di Malang, dimana warga meminta agar jalan di kawasan Kelurahan Penanggungan dan sekitarnya menggunakan sistem buka tutup, Abah Anton mengatakan bahwa hasil pertemuan itu tidak bisa diterapkan atau dijadikan aturan. Pasalnya, setelah kemauan itu dituruti, ternyata warga meminta hal lain dan tidak konsisten.

Selain itu, imbuh Abah Anton, kesepakatan itu tidak disetujui oleh forum lalu lintas Kota Malang. Sistem satu jalur ini nantinya direncanakan akan diterapkan di beberapa jalan yang memang diharuskan atau dirasa lebih efektif menggunakan satu arah.

“Angkutan kota pun nantinya akan mengikuti sistem satu arah ini, dan dari forum lalu lintas juga akan mencarikan jalan-jalan alternatifnya,” papar Abah Anton.

Sedangkan wacana angkutan kota yang akan dilewatkan di jalan yang ada di dalam Universitas Brawijaya (UB) Malang, terang Abah Anton, pihaknya masih menunggu kabar lebih lanjut dari rektor kampus tersebut. “Saat ini masih banyak perbaikan di dalam kampus, dan untuk sementara, rencana itu ditangguhkan. Jika perbaikan/pembangunan di dalam sudah selesai, maka rektor akan memberi keputusan kepada kami,” jelasnya. (say/dmb)

You may also like

Skip to content