Berita

Museum Brawijaya Fair, Ajak Cintai Indonesia Melalui Budaya

Meskipun hujan deras mengguyur Kota Malang, gelaran Museum Brawijaya Fair di Jl. Ijen No. 25 Kota Malang tetap berlangsung semarak mencerminkan semangat juang para pahlawan. Mengambil tema ‘Mencintai Indonesia Melalui Budaya’, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Si membuka kegiatan, Sabtu (27/12).

Kepala Disbudpar Kota Malang, Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Si menggunting pita tanda dibukanya Museum Brawijaya Fair 2014, Sabtu (27/12)
Kepala Disbudpar Kota Malang, Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Si menggunting pita tanda dibukanya Museum Brawijaya Fair 2014, Sabtu (27/12)

Ia mengungkapkan senang sekali dengan gelaran Museum Brawijaya Fair yang berlangsung mulai tanggal 27 Desember sampai 31 Desember 2014 ini. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa semakin menyemarakkan even wisata di Kota Malang.

“Kegiatan ini sangat bagus, adanya kegiatan ini diharapkan bisa semakin membuat Kota Malang sebagai kota jujugan wisata,” jelas Yuyun, panggilan akrab Sri Wahyuningtyas, Sabtu (27/12).

Meskipun secara keseluruhan kegiatan ini sudah sangat bagus, Yuyun sangat menyayangkan kegiatan ini tidak melibatkan siswa karena banyak pendidikan penting yang bisa digali dan dipelajari dalam kegiatan ini. Cerita ‘Gerbong Maut’ dan terbentuknya tentara PETA (Pembela Tanah Air, red) yang langsung dikisahkan oleh para pelaku sejarah tentunya menjadi sebuah pendidikan yang bagus bagi masyarakat khususnya anak-anak agar semakin cinta tanah air.

Dengan adanya kegiatan ini juga harapannya Museum Brawijaya bisa semakin dikenal masyarakat luas. Pasalnya meski memiliki banyak benda-benda bersejarah yang luar biasa, keberadaan museum ini masih kurang terekspos.

“Kota Malang memiliki banyak museum, selain Museum Brawijaya ada Museum Malang Tempo Doeloe, Museum Bentoel, serta Museum Empu Purwo. Jika dikelola dengan baik tentu tidak akan kalah dengan Museum Angkut di Kota Batu,” tegas Yuyun.

Panitia kegiatan, H. M. Rifai mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya Museum Brawijaya Fair 2014 untuk yang pertama kalinya. Kegiatan ini bisa terselenggara berkat kerjasama dengan semua pihak yang ada di Kota Malang.

“Kepada pemilik sanggar tari, para seniman, dan peserta kegiatan Museum Brawijaya Fair bisa semakin termotivasi mengikuti kegiatan ini, karya-karyanya bisa semakin dikenal,” tegas Rifai.

Selain untuk mengenalkan Museum Brawijaya, kegiatan ini juga digunakan untuk memupuk sikap nasionalisme dan cinta tanah air. (cah/yon)

You may also like

Skip to content