Berita

Festival Mbois 4 Dijamin Makin Mbois

Klojen (malangkota.go.id) – Setelah sukses dalam penyelenggaraan di tahun 2016, 2017 dan 2018, kini Malang Creative Fusion (MCF) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kota Malang untuk kembali menggelar Festival Mbois 4. Di penyelenggaraan yang ke-4 ini tema besar yang diusung adalah ‘The Power Of Collaboration As a Legacy’ #Malangbutuhpendekar #FM4.

Press Conference Festival Mbois 4

Rangkaian acara ini sebenarnya sudah digeber sejak tanggal 4 November 2019 lalu dengan mengadakan berbagai seminar. Puncak acara atau gebyar dari perhelatan ini akan diadakan pada tanggal 9-10 November 2019 di sepanjang Jl. Basuki Rachmad atau yang juga dikenal sebagai kawasan Kajoetangan.

Hal itulah yang disampaikan ketua panitia acara, Alfan Syahputra, Kamis (07/11/2019). Festival Mbois tahun ini, disampaikan Alfan, diadakan di kawasan Kajoetangan karena kawasan tersebut yang menjadi koridor yang menjadi saksi sejarah berdirinya Kota Malang yang hingga kini menjadi cagar budaya dan dijaga kelestariannya.

“Bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Biro Ekonomi Pemprov Jawa Timur, Bank BNI Kanwil Malang, Indonesia Creative Cities Network dan 16 subsektor industri kreatif jejaring MCF, diharapkan kegiatan ini akan lebih ramai dan semarak serta memberikan impact lebih dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Alfan.

Event Festival Mbois 4 tahun ini, imbuh dia, menggandeng 30 komunitas pengisi tenant pasar kreatif, enam komunitas untuk memberikan pelatihan dan workshop di kampung Kajoetangan, dua komunitas kolaborasi di workshop branding dan vlog bersama Dinas Perindustrian Kota Malang.

“Ditambah dengan beberapa kompetisi kreatif, seperti parade band pelajar, lomba menggambar karakter Ken Arok bagi anak-anak dan community show yang akan menampilkan penampilan spesial dari beragam komunitas kreatif Kota Malang,” urai Alfan

Puncak rangkaian Festival Mbois 4 adalah grand show yang akan diselenggarakan di main stage Kajoetangan dengan mempersembahkan pagelaran spesial Ken Arok ‘The Legend Of Hero’ dan pemberian penghargaan.

“Kami juga akan menghadirkan guest star Kos Atos, Begundal Lowokwaru dan Tani Maju. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh para dancer serta DJ yang akan semakin semakin menambah semaraknya acara,” papar Alfan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Ilmeta dan TT Dinas Perindustrian Kota Malang Drs. Fahmi Fauzan mengatakan jika lokasi kayutangan diambil sebagai venue Festival Mbois 4 karena dianggap menjadi ‘ibu kota’ Malang Raya.

“Lokasi tersebut memiliki nilai heritage dan masyarakat yang guyub selaras dengan story Festival Mbois 4 yang mengangkat cerita dari era kerajaan, kolonial, kemerdekaan dan kekinian. Festival ini sebagai intelektual properti yang dimiliki oleh MCF bukan hanya bersifat perayaan atau festival belaka,” jelas Fahmi.

Festival ini, terang dia, menjadi bentuk kolaborasi nyata dari prinsip 3C yang selama ini menjadi tagline MCF, yaitu connecting, collaborating, and commerce.

“Moment festival ini diharapkan tidak menjadi ajang kolaborasi satu sektor saja, tetapi menjadi wadah untuk bisa berkolaborasi lintas subsektor yang mampu menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di kota Malan, pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Fahmi. (say/yon)