Berita

Kayutangan Heritage: Kolaborasi Sejarah, Budaya, dan Teknologi

Malang, (malangkota.go.id)- Akses Jalan Jaksa Agung Suprapto yang saat ini juga dikenal dengan kawasan Kayutangan Heritage telah dibuka sejak 21 Desember 2020 lalu. Saat ini dua titik di Kayutangan diganti dengan pemasangan batu andesit, yakni di pertigaan PLN dan perempatan Rajabali.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam acara talkshow  secara virtual dengan Radio City Guide 911 FM 

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam sambungan via Zoom dengan Radio City Guide 911 FM pada Jumat (5/2/2021), menjelaskan pembangunan kawasan heritage di Kota Malang ini tidak hanya di dua titik tersebut. Penataan Kayutangan Heritage sejatinya mulai dari PLN sampai Tugu Sarinah. Kayutangan dilihat secara integrasi, sehingga koridor depan dan dalam bisa sesuai konsep.

“Di dalam masih banyak rumah yang masih asli, rumah lama ratusan tahun, di situ juga ada situs pendiri katanya salah satu yang berkontribusi terhadap Kota Malang. Ada banyak hal (potensial) yang ada di koridor dalam, tidak hanya di depan. Ini belum selesai semua. Kami hanya mendesain, disempurnakan, dan ternyata pusat tertarik dan dibiayai. Saat ini pembangunan kawasan kayutangan sudah 90%, dari depan sampai belakang,” ujar Sutiaji.

“Insha Allah akhir Februari tahun ini yang dibiayai APBN, koridor 1, 2, dan dalam bisa selesai. Untuk koridor 3 dibiayai APBD. Anggaran untuk pembangunan kawasan ini sudah diusulkan untuk tahun 2020, namun karena adanya pandemi Covid-19 maka dana direalokasi untuk biaya penanganan wabah ini,” sambungnya.

Anggaran ini tidak diusulkan pada tahun 2021 karena anggapannya sudah ada di 2020, sehingga tidak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tapi anggaran pembangunan ini akan dimasukkan dalam APBD perubahan.

Anggaran Rp23 miliar yang sempat menjadi perbincangan masyarakat pada kenyataannya tidak hanya untuk kawasan Kayutangan saja. Namun juga untuk kawasan Kauman dan Polehan. Di Kayutangan pun tidak hanya hanya untuk dua koridor itu (pertigaan PLN dan perempatan Rajabali), tetapi di koridor dalam juga banyak yang harus dibenahi.

“Biaya tersebut juga ditujukan untuk mewujudkan program Kota Tanpa Kumuh atau program KOTAKU, di antaranya untuk pembenahan sungai dan beberapa spot ditata sesuai konsep heritage untuk kawasan Kauman, sembari fokus ke Kayutangan. Biaya juga dianggarkan untuk penataan kawasan kumuh di Polehan,” beber Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan akan banyak peluang usaha yang nantinya akan muncul, saat Kayutangan ditetapkan sebagai kawasan heritage. Untuk toko-toko yang mungkin tidak ada korelasinya dengan konsep heritage tentu akan tereliminasi secara alamiah. Namun wali kota yakin jika kawasan Kayutangan heritage ini akan menghidupkan geliat ekonomi.

Rencananya, jalan di Kayutangan akan ada perubahan skema arus lalu lintas untuk dijadikan satu arah mulai perempatan Rajabali ke selatan, median jalan akan dibongkar. Namun, hal itu masih belum diberlakukan. Karena menunggu rekomendasi dari Forum Lalu Lintas Kota Malang. Kawasan ini juga akan diberi dekorasi seperti bangku taman, pot bunga, dan juga rencananya akan didirikan miniatur tugu.

“Pemkot Malang tidak ingin bekerja sendiri, kami akan melibatkan warga melalui sayembara. Salah satunya untuk desain model penataan lampu, sehingga nantinya semua lampu-lampu taman di Kota Malang juga akan diseragamkan,” ucapnya.

Strategi menghidupkan kawasan heritage ini nantinya akan selalu berkolaborasi dengan masyarakat, tidak hanya di koridor utama yang nantinya akan hidup. Tetapi kawasan perkampungan nanti juga akan hidup, mungkin untuk kawasan kuliner tradisional atau khas Malang. Selain itu, Pemkot Malang juga tengah menyusun rencana  agenda rutin untuk memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL), dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Rencananya, Pemkot Malang juga akan menyediakan spot khusus yang dapat menjadi wadah kreativitas anak muda dan seni budaya. Konsepnya akan mengolaborasikan heritage dengan teknologi, misalnya segala transaksi di kawasan ini tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi bisa menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) atau e-money.

“Kami (Pemkot Malang_red) menyampaikan apresiasi kepada warga Malang yang telah memberikan berbagai masukan kepada pemerintah. Mari kita jaga, hormati, dan lestarikan budaya yang juga menjadi sebuah pendidikan karakter bagi masyarakat. Ayo berkontribusi dengan pikiran-pikiran kera Ngalamnya. Insha Allah Malang akan menjadi barometer semua pembangunan di Indonesia,” pungkasnya. (ari/ram)

 

You may also like

Skip to content