Waspada dan Mawas Diri Sikapi Perkembangan Teknologi

oleh Jun 21, 2021Berita, Ekonomi Kerakyatan0 Komentar

Malang (malangkota.go.id) – Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa ke depan akan ada framing berita dan akan jadi viral yang pada akhirnya teraplikasi pada dunia nyata. Hal ini juga salah satu karena adanya tren serta kemajuan teknologi informasi. Begitu juga kemajuan financial technologi (fintech) yang harus terus diwaspadai karena berbagai tawarannya sangat menggiurkan, seperti kemudahan dan kecepatan dalam proses pencairan pinjaman.

Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko ajak masyarakat cerdas dalam berinvestasi dan tidak tergoda penawaran pinjaman online

Pernyataan itu yang disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri acara Seminar Literasi Keuangan Bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Jatim Generasi Muda Mathlaul Anwar di Kafe Robusta, Jalan MT Haryono, Sabtu (19/6/2021). Pria berkacamata itu menambahkan, masyarakat hendaknya waspada dan mawas diri dalam menyikapi berbagai perkembangan tersebut.

Seperti yang sedang marak saat ini, yaitu penawaran investasi dan pinjaman online yang menggiurkan, karena syarat dan keuntungan yang dijanjikan sangat fantastis. Menurut pria yang kerab disapa Bung Edi itu, jika tingginya konsumsi masyarakat memicu mudahnya masyarakat menggunakan segala cara atau memilih cara yang terkesan mudah. Jalan pintas pun akhirnya menjadi piihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan berbagai penawaran tersebut.

“Munculnya aplikasi digital di bidang keuangan yang tidak diimbangi tingkat literasi keuangan yang memadai maka akan memicu berbagai masalah di masyarakat. Maka dari itu, Pemkot Malang bersama OJK akan terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat guna terus menekan dan bahkan mencegah adanya penipuan atau jebakan melalui pinjaman online itu salah satunya,” urai Bung Edi.

Lebih jauh pria ramah itu berpesan agar setiap individu harus terus membarui literasinya, pengetahuan dan mengikuti perkembangan kemajuan teknologi informasi. Yang tak kalah penting, masyarakat juga harus lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak menelan informasi mentah-mentah. Lietrasi keuangan akan menjadi salah satu benteng kuat untuk menangkal berbagai kemungkinan seseorang terangkap dalam tindak penipuan.

Karena penawaran online yang meresahkan masyarakat hingga saat ini masih marak, jelas Bung Edi, maka Pemkot Malang akan membantu dan mendampingi masyaraķat dengan berbagai program. Salah satunya Pemkot Malang mempunyai program OJIR atau Ojo Percoyo Karo Rentenir yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika membutuhkan pinjaman uang. Selain tanpa bunga, pinjaman yang dilayani Perumda Tugu Artha Sejahtera itu juga persyaratannya cukup mudah.

Selain itu, terang Bung Edi bahwa Pemkot Malang juga memfasilitasi pemasaran produk dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bahkan hingga membantu perizinan usahanya. Sehingga pelaku usaha mikro ini tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Agar tidak tergoda pinjaman online yang akhirnya mencekik, maka setiap warga juga harus bijak dalam berbelanja atau memenuhi kebutuhannya dan sebaiknya berpedoman kepada skala prioritas. Termasuk dalam berinvestasi hendaknya melalui pertimbangan yang kuat agar tidak terjebak dalam investasi bodong,” tukasnya. (say/ram)

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.