Berita Pelayanan Publik

Viral Kloset MCC, Asisten Wali Kota Berikan Penjelasan

Malang, (malangkota.go.id) – Malang Creative Center (MCC) yang pelaksanaan soft launching-nya ditandai gelaran Dekranasda Fest 2022 dan Festival Mbois 7 pada 8-11 Desember 2022 langsung menjadi daya tarik bagi masyarakat Kota Malang.

Kloset MCC yang sedang viral (foto pengguna twitter @katarsis____)

Antusiasme luar biasa sepanjang dan pasca-event yang didesain sebagai uji coba atau ‘cek sound’ kesiapan MCC tersebut dipandang positif oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji. Dia menilai hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan masukan positif dari warga Kota Malang.

“Memang kondisi kesiapan belum 100 persen, akan terus dilengkapi dalam fasilitas, fitur dan fungsi,” tulis Sutiaji di akun Instagram pribadinya.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pemberitaan terkait beberapa  kloset di MCC.  Atas informasi yang beredar, di antaranya dalam pemberitaan   https://www.detik.com/jatim/berita/d-6458557/nyeleneh-kloset-malang-creative-center-dibangun-di-luar-bilik-kamar-mandi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT menyampaikan penjelasannya. Menurutnya, beberapa kubikal atau bilik pembatas kloset di lantai tiga tersebut memang belum terpasang. Karena adanya pengalihan sejumlah item, termasuk di kamar mandi itu untuk memenuhi kebutuhan tambahan anggaran pada item yang lebih krusial.  Di antaranya untuk tambah daya, pompa transfer dan ground water tank.

Hal tersebut sekaligus mengklarifikasi informasi bahwa kloset sejak awal didesain seperti gambar yang beredar saat ini atau ada kelalaian desain kloset.

“Pergeseran biaya untuk hal prioritas yang ditemukan seiring konstruksi tersebut secara mekanisme lazim dilakukan di saat penambahan anggaran tidak dimungkinkan. Adapun kekurangan kubikal secara teknis akan ditambahkan pada saat fase penataan lanjutan oleh pengelola gedung,” ujar Diah.

Lebih lanjut Diah menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat dan menjadikan hal tersebut sebagai evaluasi. “Koreksinya adalah pentingnya memasang tanda pengaman pada area-area yang belum dirampungkan tersebut. Sehingga pengguna memperoleh kejelasan. Ini catatan evaluasi kami bersama user pengelola gedung dan tentunya terima kasih sekali lagi masukan dari masyarakat,” pungkas Diah. (ndu/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content