Berita

Kota Malang Terus Berkontribusi Wujudkan Pasar Tertib Ukur

Bandung, MC – Pada tahun ini Pemerintah telah menetapkan 288 Pasar Tertib Ukur (PTU) di seluruh Indonesia. Dengan rincian, PTU sebanyak 197 pasar di 92 kabupaten/ kota dan sembilan Daerah Tertib Ukur (DTU) sebanyak 91 PTU.

Wali Kota Malang Sutiaji (tiga dari kiri) foto bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang beserta staf

“Dengan demikian, sampai dengan tahun 2018 telah terbentuk 1.231 Pasar Tertib Ukur di 34 provinsi atau sekitar 13% dari jumlah pasar tradisional di Indonesia yakni 9.559 pasar,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI, Veri Anggrijono di Hotel El Royale, Bandung, Kamis (06/12).

Dalam acara Penetapan dan Peresmian Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur serta Peresmian Unit Metrologi Legal Tahun 2018 ini diikuti oleh 300 peserta. Masing-masing terdiri dari bupati/wali kota yang membentuk daerah tertib ukur dan unit metrologi legal melalui dinas kabupaten/kota yang membidangi perdagangan bersama para pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Pada kesempatan ini Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan apresiasi atas kinerja dan inovasi Dinas Perdagangan Kota Malang.

“Salah satunya adalah bagaimana menyajikan data yang sesungguhnya. Melalui tertib ukur artinya timbangnya bagus, ukurnya jelas sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh konsumen. Hari ini memang kita mendapatkan tiga pasar tahun ini. Kami menginginkan akan bertambah, bahkan ke depan harga pasar dapat di-update oleh masyarakat seperti di Kota Pontianak,” urai pria ramah itu.

Untuk menjadi Daerah Tertib Ukur (DTU), lanjutnya, butuh kerja keras bersama dari pasar yang sudah tertib ukur, sehingga akan diikuti oleh semua pasar yang ada di Kota Malang yang berjumlah 27 pasar.

“Sesuai dengan visi misi Malang Kota Bermartabat, harapan kami antara pedagang dan pembeli saling mengisi dan memberi tahu ada keterbukaan. Kalau satu kilo ya satu kilo tidak ada yang kurang. Nanti akan terus kita gerakkan bersama,” pungkasnya. (EM/ram/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content