Wali Kota Malang Presentasi Virtual Malang Menuju Smart City

Wali Kota Malang Presentasi Virtual Malang Menuju Smart City

Klojen (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji secara virtual melakukan presentasi saat Assesment Gerakan Smart City Tahun 2020 di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Jumat (2/10).

Assesment Gerakan Smart City Tahun 2020 di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Jumat (2/10).

Pada presentasi kali ini Wali Kota Malang secara detail menunjukkan kesiapan Kota Malang menuju smart city kepada tim penilai smart city dari BPPT Andrari Grahitatandaru, pakar dari ITB Wikan Danar Sunindyo dan juga dari Kementerian Kominfo RI.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengungkapkan untuk menuju smart city, Kota Malang terus melakukan berbagai peningkatan di berbagai bidang, terutama bidang sumber daya manusia yang menjadi kunci untuk bisa segera mewujudkan smart city di Kota Malang.

“Kota Malang memiliki 58 pegawai dengan latar belakang TIK. Kota Malang juga memiliki sebanyak 562 pegawai dengan latar belakang pendidikan S2 ke atas. Ini menjadi modal yang luar biasa,” jelasnya, Jumat (2/10).

Beberapa hal tersebut masih ditunjang dengan berbagai keunggulan yang ada di Kota Malang, diantaranya adalah melimpahnya talenta yang ada di komunitas-komunitas, banyaknya perguruan tinggi, sektor ekraf khususnya subsektor aplikasi dan game yang terus berkembang di Kota Malang, sampai dengan adanya perwali yang mendukung kegiatan.

Kota Malang juga sudah menyiapkan berbagai langkah agar smart city segera menjadi kenyataan. Dimana tahun 2020 diprogramkan pada pengutan regulasi dan peletakan dasar pemandu kebijakan, 2021 integrasi pilot project, 2022 integrasi optimal, 2023 open data big data analisis dan di tahun 2024 penerapan sistem smart city. (cah/yon)

Dinas Kominfo Kota Malang Gelar Bimtek e-Suradi

Dinas Kominfo Kota Malang Gelar Bimtek e-Suradi

Sukun (malangkota.go.id) – Untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) aparatur Pemerintah Kota Malang khususnya petugas admin surat  dan pejabat struktural semua perangkat daerah sebagai pejabat adminsitrator dan pelaksana, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Surat Digital (e-Suradi) di Ijen Suites Hotel Malang, Selasa (19/11/2019).

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Malnag Moh. Sulthon, S.Sos, MM saat memberikan sambutan sekaligus membuka Bimtek e-Suradi

Sosialiasi yang diikuti peserta dari seluruh OPD dan kelurahan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kota Malang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Malang.

Kepala Bidang Aptika Dinas Kominfo Kota Malang, Moh. Sidik, ST mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah terimplementasinya pelaksanaan digitalisasi, khususnya proses administrasi surat perangkat daerah yang efektif, efisien, cepat dan akurat.

“Serta tersedianya sumber daya manusia yang handal, baik sebagai pelaksana maupun administrator perangkat daerah,” jelas Sidik, Selasa (19/11/2019).

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini dimaksudkan juga untuk sinkronisasi dan sinergitas percepatan dan pengembangan Kota Malang menuju smart city dan juga  terakomodasinya sasaran pembangunan RPJMD  dalam dokumen roadmap/masterplan smart city

Sementara itu Sekretaris Dinas Kominfo Kota Malang Moh. Sulthon, S.Sos, MM mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Malang menyampaikan, di era revolusi industri 4.0 implementasinya selalu ada keterkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi. “Apabila kita sebagai ASN enggan melakukannya maka sangat jauh ketinggalan dari dinamika teknologi informasi,” terangnya.

Oleh karena itu, diungkapkannya bahwa merupakan keniscayaan untuk berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengikuti perkembangan teknologi informasi.

“Sehingga pada akhirnya pemanfaan aplikasi surat digital untuk proses administrasi surat perangkat daerah merupakan salah satu pilar smart city yaitu smart governance yang dapat memicu menciptakan smart smart yang lain, smart economy, smart society, smart branding, smart living dan smart environment,” jelasnya lebih lanjut.

Dilaksanakannya Bimtek e-Suradi ini dengan mengikutsertakan admin surat dan pejabat struktural seluruh OPD, disampaikan Sulthon harapannya pelaksanaan administrasi surat semua OPD harus menggunakan aplikasi Suradi sebagai wujud dari percepatan smart city Kota Malang.

“Selain itu pemanfaatan teknologi informasi, khususnya aplikasi surat digital ini juga akan menciptakan pemerintahan yang Good Governance menuju Go Green karena pemakaian kertas yang mulai dikurangi,” pungkasnya. (cah/yon)

Diskominfo Gelar FGD Penyusunan Roadmap Smart City

Diskominfo Gelar FGD Penyusunan Roadmap Smart City

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan pentingnya smart city bagi suatu daerah, terutama dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga pelayanan akan lebih efektif dan efisien.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan sambutan sekaligus membuka FGD Penyusunan Roadmap Smart City

Hal itu disampaikan Sutiaji saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Smart City Kota Malang yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, di Hotel Savana Kota Malang, Senin (23/09/2019). Pemerintahan diibaratkan oleh Sutiaji adalah tubuh yang harus ada sinkronisasi agar menghasilkan keselarasan dalam berbagai aspek.

Salah satu perwujudan smart city adalah mengenai keterbukaan informasi dan itu selalu dipantau oleh masyarakat. “Jika sudah baik maka juga akan berdampak positif, seperti halnya untuk menghindari hoaks atau berita bohong. Masyarakat dapat meng-kroscek apa yang dilihat, didengar dan diperoleh melalui kecanggihan teknologi,” imbuhnya.

“Kalau kita sudah smart maka tidak perlu takut, dan hal tersebut harus menjadi sebuah motivasi dan tantangan dalam memacu kinerja. Saat kita bekerja dengan baik atau tidak, maka yang akan menghakimi adalah masyarakat. Saat ini publik sudah bisa mengontrol kebenaran atau kesalahan apapun dan tidak hanya bicara tanpa adanya fakta,” urai pria berkacamata itu.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan bahwa gol dari smart city ini nantinya adalah bagaimana membangun trust atau kepercayaan kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasa memiliki program pemerintah dan ASN menjadi sahabat masyarakat. “Dengan demikian, hasil dari semua itu adalah kepuasan pada masyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Malang Dra. Tri Widyani P., M.Si, yang mengaku akan terus memacu program smart city ini. “Kita akan terus memberi pelatihan dan bimtek kepada semua OPD dan kelurahan, sehingga mereka lebih melek teknologi. Hingga akhir tahun ini, setidaknya kami menargetkan 45 OPD sudah bisa memanfaatkan layanan daring,” ungkapnya.

Menurut perempuan berhijab itu, melalui FGD ini dan dengan adanya roadmap maka masing-masing OPD akan mengetahui standar pelayanan via daring ini. “Sebenarnya untuk membiasakan atau memberi pelayanan via daring ini sangat mudah, dan yang susah adalah merubah pola pikir atau pola kerja. Maka dari itu kita genjot terus pelatihan dan bimteknya,” pungkas Yani. (say/yon)

Kota Malang Raih Penghargaan IKCI 2018

Kota Malang Raih Penghargaan IKCI 2018

Jakarta (malangkota.go.id) – Di awal tahun 2019, Kota Malang menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018 untuk Kategori Kota Besar.

Wali Kota Malang foto bersama usai menerima penghargaan

Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Pemimpin Umum Kompas, Budiman Tanuredjo kepada Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

IKCI adalah kota yang dinilai berhasil menerapkan konsep Kota Cerdas atau Smart City. Total ada 93 kota di Indonesia yang dinilai dengan serangkaian tolak ukur dimensi dan metode.

Agar penilaian setara, kota-kota tersebut dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Untuk skor penilaian berkisar dari angka 1 hingga 100 yang akhirnya dapat terpilih 12 kota dengan masing-masing kategori menetapkan peringkat I, II dan III.

”Kota akan menjadi tujuan terakhir dalam pergerakan manusia. Sekarang ada sekitar 50 persen penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Perkembangan yang secara alamiah terjadi itu harus disertai dengan pengelolaan kota yang mumpuni bagi warga,” kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy di Jakarta.

Kota Malang dalam IKCI 2018 masuk peringkat III dalam kategori Kota Besar setelah Kota Denpasar dan Kota Surakarta dengan total skor indeks 60,21 dari enam indikator, yakni lingkungan, ekonomi, pemerintahan, kualitas hidup, masyarakat dan mobilitas.

Menurut survei dan penilaian, kontribusi skor tertinggi dari Kota Malang dari sisi dimensi masyarakat (partisipasi), kualitas hidup dan lingkungan.

Atas raihan prestasi ini, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih ini akan menjadi pemacu bagi Kota Malang.

“Gol dari Kota Cerdas itu kan keduanya, kota dan masyarakatnya. Pemerintah harus bisa menangkap aspirasi dari masyarakat dan pemerintah harus cerdas menyampaikan apa yang dikehendaki oleh masyarakat,” terang Sutiaji. (say/yon)

Pemkot Malang Terima Kunjungan Tim Smart City UI

Pemkot Malang Terima Kunjungan Tim Smart City UI

Klojen (malangkota.go.id) – Tim dari Universitas Indonesia menyambangi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Malang Zulkifli Amrizal, S.Sos, M.Si di ruang Ngalam Command Center yang ada di Balai Kota Malang, Kamis (20/09).

Kepala Dinas Kominfo Kota Malang beserta jajaran saat berdiskusi dengan tim dari UI

Kedatangan tamu yang diketuai oleh Fithra Faisal Hastiadi ini terkait dengan program smart city yang sedang dilakukan beberapa daerah di Indonesia, termasuk salah satunya di Kota Malang.

Menurut Fithra, pihaknya ingin menggali berbagai hal yang berkaitan dengan program smart city, jika dimungkinkan juga terkait kendala yang dihadapi daerah sehingga nantinya akan dicarikan solusi yang terbaik. Seperti halnya program yang ditawarkan yang berlabel smart mobility.

Dalam program tersebut, kata dia, nantinya akan membantu daerah dalam mengurangi dan mengurai kemacetan arus lalu lintas. Konkretnya adalah adanya sistem yang bisa dibenamkan pada traffic light sehingga saat terjadi kemacetan bisa diatur sedemikian rupa.

“Setiap daerah tentu tidak sama, dan memiliki kendala yang berbeda dalam program smart city, sehingga perlu diuraikan secara detail guna mencari solusi yang terbaik. Selain Kota Malang, beberapa daerah juga menjadi tujuan, seperti Surabaya, Banyuwangi, Depok dan Jakarta,” imbuh Fithra.

Terkait beberapa hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Malang, Zulkifli Amrizal, S.Sos, M.Si menyambut baik dan tentu ada kebanggaan sendiri karena Kota Malang menjadi salah satu kota yang dipilih Universitas Indonesia untuk program ini.

Disampaikan Zul, bahwa pihaknya akan mendukung semua program ini sehingga nantinya berbagai permasalahan atau kendala-kendala dapat ditekan seminim mungkin meski sejauh ini berbagai upaya sudah dilakukan. “Salah satunya dengan hadirnya Ngalam Command Center, yang merupakan upaya nyata dari Pemkot Malang kaitannya program smart city,” imbuhnya.

“Berbagai tawaran ini, nantinya juga akan melibatkan dinas terkait seperti halnya Dinas Perhubungan, Perizinan (DPMPTSP) dan Barenlitbang. Dengan demikian, apa yang dicanangkan yaitu kaitannya dengan program smart city akan terealisasi dengan maksimal,” pungkas Zulkifli. (say/yon)