Artikel

Ponpes Sabilul Hikmah Bekali Santri Anjal Ilmu Beternak

Blimbing (malangkota.go.id) – Membekali para santrinya yang mayoritas adalah anak jalanan agar bisa lebih mandiri, Pondok Pesantren Sabilul Hikmah yang berada di Jl. Polowijen I/190 RT04 RW02, Kec Blimbing, Kota Malang memberikan berbagai keterampilan berwirausaha yang salah satunya pelatihan pembuatan pakan fermentasi untuk kambing, Senin (7/8).

Santri anjal dilatih membuat pakan fermentasi

Para santri terlihat antusias mengikuti pelatihan yang mendatangkan instruktur asal Cemorokandang ini. Tersirat di wajah para santri keinginan kuat untuk bisa beternak kambing agar tak lagi menggantungkan hidup di jalanan.

Pengasuh Ponpes Sabilul Hikmah, Gus Ubaidillah Hamid, mengungkapkan pelatihan pembuatan fermentasi untuk pakan kambing ini diberikan kepada santri anjal adalah untuk pembekalan. Karena seperti yang disampaikannya, Ponpes Sabilul Hikmah rencananya akan memelihara kambing untuk dijadikan media pembelajaran.

“Untuk kandang kambingnya saat ini sudah siap. Sebelum kambing datang, saya berharap anak-anak sudah mengerti bagaimana melakukan fermentasi pakan,” jelas Gus Ubed, panggilan akrab Ubaidillah Hamid, Senin (7/8).

Pelatihan ini, imbuhnya, sengaja mendatangkan instruktur Bapak Imron dari Cemorokandang melalui banyak pertimbangan. Diantaranya adalah karena Bapak Imron merupakan peternak yang belajar dari nol dan saat ini sudah berhasil mengembangkan peternakan kambing dengan pakan fermentasi.

Harapannya, dengan adanya aktivitas positif seperti ini para santri anjal merasa nyaman dengan kegiatan yang dilakukannya sehingga tidak kembali lagi ke jalan. Selain berternak kambing, di ponpes ini juga banyak diberikan keterampilan lain seperti bermain band religi, berdagang bunga, pracangan, dan lain lain.

“Intinya kami berharap setelah anak-anak nanti lulus dari ponpes, mereka sudah bisa mandiri dengan kemampuan yang dimiliki,” harap Gus Ubed.

Diungkapkannya, sebenarnya para santri anjal yang sudah dibina dan ingin tetap mondok untuk memperdalam ilmu di ponpes yang dikelolanya saat ini sangat banyak. Jumlah santrinya tidak kurang dari 300 anak jalanan. Namun karena kapasitas pondok yang sangat terbatas, dan juga keterbatasan dana, maka santri anjal banyak yang dipulangkan.

“Seandainya ada biaya, kami siap untuk menangani anak jalanan lebih banyak lagi. Tetapi apalah daya, kemampuan kami terbatas,” ucap Gus Ubed.

Penanganan santri anjal, ceritanya, sangat jauh berbeda dengan santri anak-anak biasa. Pasalnya mereka sudah terbiasa hidup di jalanan dengan berbagai permasalahannya yang kompleks dan sangat rentan dengan kriminalitas.

“Sayang sejauh ini belum ada perhatian tersendiri, baik dari pemerintah maupun masyarakat secara khusus. Akibatnya selama ini banyak yang mengeluh atas kehadiran anjal, namun belum menemukan jalan keluar,” jelasnya lebih lanjut. (cah/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Jumat, 20 Oktober 2017 5:00 WIB

BKGN, FKG-UB Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis