Berita

Dilantik, KONI Kota Malang Cetak Dua Sejarah

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai payung organisasi olahraga harus dikelola dengan baik dan bisa bersinergi dengan semua pihak agar target yang ingin dicapai yaitu prestasi di bidang olahraga bisa maksimal. Termasuk di dalamnya adalah pengelolaan dan kerjasama yang baik antara atlet, pelatih, dan pihak terkait lainnya.

Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid melantik Pengurus KONI Kota Malang periode 2014-2018, Sabtu (20/12)
Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid melantik Pengurus KONI Kota Malang periode 2014-2018, Sabtu (20/12)

Demikian yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono disela-sela pelantikan Pengurus KONI Kota Malang Periode 2014-2018 di Aula Komando Resor Militer (Korem) 083/Baladhika Jaya Malang, Sabtu (20/12). Bambang mengucapkan terima kasih kepada 42 cabang olahraga (cabor) serta pihak lain yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin KONI Kota Malang.

KONI Kota Malang pada tahun 2015 ini mendapat anggaran sebesar Rp. 12,5 miliar, dan sebagian akan disiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Banyuwangi pada Juni 2015. “Nantinya kami berharap ada tambahan lagi dari Pemkot Malang dan mencapai angka Rp. 16 miliar. Dengan demikian prestasi atlet bisa lebih meningkat. Dana itu dimungkinkan saat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red). Tahun lalu teralolasikan anggaran Rp. 15 miliar untuk 30 cabor,” urai Bambang.

“Pada Porprov nanti akan dipertandingkan 35 cabor dan dua cabor eksibisi. Prestasi atlet Kota Malang sangat bagus terutama untuk usia muda, dan kami akan terus menggali serta mencetaknya. Untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) Remaja I, Jawa Timur meraih juara umum, dan target PON nanti juga demikian. Di Kota Malang ada 42 cabor, satu vakum yaitu berkuda. Kami siap mencetak atlet-atlet muda dan berprestasi,” ungkap Bambang.

Sementara itu Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid menyampaikan jika Kota Malang adalah gudangnya atlet setelah Kota Surabaya. “Pelantikan ini sangat bersejarah, karena untuk pertama kalinya pelantikan KONI kabupaten/kota dilaksanakan di Makorem dan dihadiri Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga). Semoga KONI Kota Malang juga bisa membuat sejarah baru,” ujarnya.

Dari sisi prestasi untuk tingkat ASEAN dan Youth Olympic Game (YOG) masih kurang, maka dari itu diadakan PON Remaja dengan tujuan untuk pencarian bibit atlet. Masih kurangnya prestasi ini bisa terjadi karena banyak faktor, diantaranya adalah dualisme kepengurusan dua lembaga keolahragaan yaitu KONI dengan KOI (Komite Olimpiade Indonesia, red). “Ini salah satu tugas berat Menpora untuk segera menatanya,” imbuh Dhimam.

“Tahun 2018 kita akan menjadi tuan rumah Asian Games, dan lokasinya ada yang di Sumatera dan DKI Jakarta. Kita targetkan minim mendapat lima besar. Karena banyak cabor unggulan seperti panahan, pencak silat, dan panjat tebing. Kami semua, KONI, siap dipanggil dan ditarget medali,” sambung Dhimam.

Di pihak lain, Menpora RI, H. Imam Nahrawi menyampaikan jika pihaknya akan melaporkan ke Jakarta tentang pelantikan KONI Kota Malang yang sangat luar biasa ini. “Ke depan kita bisa bekerjasama dengan TNI dalam pelaksanaan even-even olahraga. Seperti pemanfaatan barak untuk penginapan atlet sehingga dapat menghemat anggaran,” paparnya.

“Kita harus kembalikan marwah (muruah/nama baik, red) Indonesia sebagai negara besar, khususnya di bidang olahraga. Kami juga memrogramkan minimal satu persen dana CSR (Corporate Social Responsibility, red) perusahaan harus disalurkan ke olahraga. Program ini nantinya akan ditandatangani oleh Kementerian BUMN dan Menkumham,” sambung politisi PKB itu.

Sedangkan untuk memajukan persepakbolaan Indonesia akan dicanangkan program satu desa satu lapangan, dan program ini akan dimulai tahun 2015 mendatang. “Seperti apa yang disampaikan oleh Ketua Harian KONI Jatim, maka kami akan terus bekerjasama dengan KONI, KOI, dan organisasi olahraga lain demi prestasi negara ini di bidang olahraga,”tegasnya. (say/yon)

 

You may also like

Skip to content