Berita

Hadapi MEA, Tantangan Lembaga Keuangan Tidak Ringan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, akuntabel, dan mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

mea-ojk

Di sisi lain, OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. Terkait hal itu, pertemuan tahunan yang digelar OJK ini dilakukan dalam rangka memberikan arahan dan pandangan kepada para pelaku industri jasa keuangan Malang mengenai perkembangan industri jasa keuangan saat ini dan yang akan datang.
Dengan satu harapan yaitu para pelaku industri jasa keuangan di Malang dapat melakukan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan yang sesuai dengan tujuan awal dibentuknya OJK yang kesemuanya itu berujung pada terciptanya pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang lebih baik serta berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Malang, Dra. Rinawati, MM dalam acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan yang digelar oleh OJK Malang, Rabu (25/02) di Hotel Atria Malang. Untuk itu, ujar perempuan berkacamata yang mewakili Wali Kota Malang tersebut menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan kepada para pelaku industri jasa keuangan di Malang untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.
“Terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang juga membutuhkan kesiapan, baik dari pelaku maupun regulator. Kinerja para pelaku industri jasa keuangan dan efisiensi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing. Integrasi industri perbankan dengan industri teknologi dan konektivitas antar daerah dengan pembangunan infrastruktur mutlak diperlukan untuk efisiensi dan pembenahan dalam menghadapi serbuan perbankan asing,” imbuh Rina.

Kesiapan menghadapi MEA 2015, kata dia, mutlak memberikan keuntungan, tapi ketidaksiapan akan mengakibatkan perbankan nasional tertinggal. “Oleh karenanya apa yang sudah berjalan baik selama ini patut menjadi catatan dan pedoman dalam pelaksanaan kinerja mendatang, yang tentunya harus pula disertai evaluasi  guna penyempurnaan,” imbuh Rina.
Sementara itu, Kepala OJK Malang, Indra Krisna mengatakan jika pertemuan tahunan ini baru pertama kalinya dihadiri oleh seluruh pimpinan kantor cabang bank umum, bank umum syariah, direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), bank pembiayaan rakyat syariah, para pimpinan kantor cabang sekuritas, serta pimpinan kantor cabang industri keuangan non bank.

“Patut kita syukuri bahwa tahun 2014 bagi perusahaan penyelenggara keuangan penuh dinamika, akan tetapi dapat kita lalui dengan kinerja yang baik. Namun demikian, kita tidak boleh terlena karena tantangan yang akan dihadapi di tahun 2015 ini tidaklah ringan. Proses pemulihan ekonomi global masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, terutama dalam menghadapi MEA,” imbuh Indra. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content