Berita

Dengan Kemajuan Teknologi, KIM Harus Mendunia

Tidak hanya kalangan wartawan, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diharapkan juga bisa menyampaikan informasi kepada publik, terutama melalui teknologi informasi.

Kabid SKDI Dinas Kominfo Kota Malang Ir. Bambang Nugroho, MT memaparkan pentingnya teknologi informasi bagi KIM, Senin (11/5)
Kabid SKDI Dinas Kominfo Kota Malang Ir. Bambang Nugroho, MT memaparkan pentingnya teknologi informasi bagi KIM, Senin (11/5)

Terkait hal itulah, KIM yang ada di Kota Malang mendapat pelatihan teknologi streaming dari Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang di Ruang Majapahit Balai Kota Malang, Senin (11/05).

Kepala Bidang SKDI Dinas Kominfo Kota Malang Ir. Bambang Nugroho, MT mengatakan, acara ini yang pertama tujuannya adalah untuk bersilaturahmi dengan organisasi wartawan di Kota Malang seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

“Dengan demikian, semua elemen masyakat, khususnya KIM bisa mengerti jika di Malang ini tidak hanya ada PWI, tapi juga ada organisasi kewartawanan lain. Apalagi saat ini IJTI  juga bisa memberikan pelatihan kepada kalangan radio.

Yang kedua, lanjut Bambang, pihaknya ingin membuat suatu acara yang berbobot yang dibutuhkan televisi dan radio, khususnya para masyarakat tentang dunia streaming yang sedang marak.  “Selama ini kita belum tahu, dan kali ini kita medapat narasumber yang kompeten. Dengan adanya kerjasama dengan beberapa organisasi wartawan ini, masyarakat benar-benar mendapat manfaatnya,” urainya.

“Harapannya, karena KIM ini ada di perkotaan bukan di pedesaan, mereka tidak hanya memberitakan informasi secara online, tapi juga melalui blog dan facebook. Dengan pelatihan ini, anggota KIM juga bisa bermain melalui streaming sehingga bisa diisi lagu-lagu agar lebih menarik,” jelas Bambang.

Di beberapa KIM, kata dia, juga mempunyai andalan radio komunitas, dan yang kita tahu dalam aturan pemerintah, areanya 2,5 kilometer. Jika lebih dari itu, maka menjadi milik swasta. “Dengan adanya teknologi yang canggih ini, saya harapkan radio streaming bisa lebih dari itu, bahkan bisa ke seluruh dunia,” harap Bambang.

Informasi sekecil apapun, imbuh dia, bisa tersebar ke seluruh dunia, sehingga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kota Malang juga dapat mengetahui perkembangan desanya saat mereka kembali ke Indonesia ketika liburan. “Jika banyak informasi, mereka sudah paham dan tidak kaget lagi. Karena informasi tidak hanya dari televisi dan radio, tapi juga dari masyarakat yang paling kecil,” pungkas Bambang. (say/yon)

You may also like

Skip to content