Berita

Wawali Malang Apresiasi Pawai Budaya Ikawangi Malang Raya

Lowokwaru, MC – Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya menggelar pawai budaya bertajuk ‘Kampung Budaya Bumi Nusantara’ di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Malang, Jumat (29/4). Wakil Wali Kota Malang Drs. Sutiaji hadir membuka acara ini mewakili Wali Kota Malang H. Moch. Anton.

Wakil Walikota Malang Drs. Sutiaji foto bersama dengan Ikawangi Malang Raya, Jumat (29/4)
Wakil Walikota Malang Drs. Sutiaji foto bersama dengan Ikawangi Malang Raya, Jumat (29/4)

Dalam sambutannya, Drs. Sutiaji menyambut baik apa yang dilakukan Ikawangi Malang Raya sebagai upaya memelihara budaya Indonesia di tengah arus modernisme dan westernisasi akibat dari keterbukaan informasi.

“Pemerintah Kota Malang menyambut positif gelaran ini. Ke depan acara seperti harus selalu diadakan, agar seni budaya kita tetap eksis dan mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak,” kata Sutiaji.

Dijelaskannya, jati diri bangsa Indonesia tidak boleh terkoyak dengan berbagai budaya dari luar negeri yang lambat laun merangsek dalam kehidupan warga. “Ikatan Keluarga Banyuwangi membawa inspirasi, bagaimana kita tetap bisa maju tetapi bisa mengejawantahkan Bhinneka Tunggal Ika,” tukasnya.

Pemkot Malang juga berharap gedung TKBJ bisa dimanfaatkan warga Jawa Timur yang ada di Malang karena pada dasarnya gedung itu bukanlah dikelola Pemkot (Malang) melainkan Pemprov Jatim.

“Kita hanya ketempatan lokasi saja, jadi mudah-mudahan banyak acara seperti ini yang bisa merekatkan persatuan bangsa dan juga memelihara kebudayaan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikawangi Malang Raya, Rinas Khirlambang menegaskan jika tujuan acara ini adalah untuk memperkuat budaya nusantara. “Acara ini adalah bentuk aktualisasi budaya dimana mahasiswa tidak hanya bisa berprestasi dalam bidang akademik tapi juga berprestasi di bidang budaya,” kata Rinas.

Ia berharap pemerintah bisa memfasilitasi para pecinta budaya dengan cara memanfaatkan dengan baik gedung TKBJ tersebut. “Banyak budaya yang bisa digali dan dimunculkan di Malang, terutama yang dimotori oleh kalangan mahasiswa,” pungkasnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content