Berita

Kebutuhan Lulusan SMK Sangat Tinggi

Klojen, MC – Kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia saat ini sangat tinggi, terutama dari alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di tahun 2020 nanti, setidaknya setiap daerah di Indonesia membutuhkan 70 persen lulusan SMK, dimana tingkat kebutuhan ini juga harus diimbangi dengan kompetensi serta modul-modul pengetahuan yang berstandar tinggi.

Mendikbud RI, Anies Baswedan saat pembukaan LKS tingkat nasional di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang
Mendikbud RI Anies Baswedan saat pembukaan LKS SMK Tingkat Nasional ke-24 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (23/5)

Di beberapa daerah di Indonesia, saat ini sudah ada yang mencapai 80 persen dan bahkan 90 persen.  Terkait hal itulah, tahun 2016 ini pemerintah membangun 341 SMK baru. Jumlah pembangunan itu termasuk sangat tinggi sekali, mengingat setiap tahun biasanya hanya dibangun 20 hingga 30 SMK baru. Ini suatu bukti keseriusan pemerintah untuk dunia SMK yang dipercaya dapat menghasilkan tenaga terampil nantinya.

Demikian yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Anies Baswedan, Ph.D setelah acara pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional ke-24 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (23/5).

Menurut Mendikbud, dengan keseriusan semua pihak di dunia SMK ini, diharapkan lulusan sekolah ini tidak hanya mempunyai kualitas nasional, tapi lebih pada internasional.

Meski misalnya lulusan SMK hanya bisa bekerja di Indonesia, namun kualitas dari apa yang mereka hasilkan harus bisa diakui oleh dunia internasional. Menteri Anies juga mengarahkan beberapa program utamanya bagi SMK, yaitu kemaritiman dan kelautan, pariwisata, pertanian, perkebunan dan peternakan.

“Program-program itu akan mengalami ekspansi yang tinggi bagi anak SMK, karena pemerintah pun sudah bekerjasama dengan dunia usaha atau dunia kerja untuk mengembangkannya serta melatih anak SMK,” jelas Menteri Anies.

“Selain itu, dengan program  atau sitem pendidikan dual tracking, yaitu dimana siswa SMK di tahun pertama belajar teori dan praktik di sekolah, tahun kedua full praktik di dunia kerja, dan tahun ketiga kembali ke sekolah hingga lulus. Dengan program ini, nantinya setelah siswa lulus, sudah ada instansi yang menampung karena mereka sudah terlatih sebelumnya,” imbuh Anies.

Pihak Kemendikbud pun, lanjut dia, menambah sub direktorat baru, yaitu penyelarasan kejuruan dengan perkembangan industri. Jadi, jika ada penyelarasan program antara dunia usaha dengan dunia pendidikan, maka kualitas kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia kerja. Artinya tidak ada miskomunikasi antara SMK dengan dunia kerja dalam mempersiapkan lulusan yang terampil.

“Disisi lain, pemerintah juga menjalin kerjasama internasional untuk memfasilitasi para lulusan SMK ini. Negara yang menjadi bidikan adalah negara-negara yang mempunyai keunggulan di bidang vokasi, seperti halnya Jerman dan Jepang. Jadi, bagi lulusan SMK tidak usah berkecil hati, karena sudah banyak bukti jika lulusan SMK banyak yang sukses di berbagai bidang,” pungkas Menteri Anies. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content