Artikel

Masjid Jenderal Ahmad Yani Bukti Sinergi TNI dan Masyarakat

Klojen, MC – Masjid Jenderal Ahmad Yani yang ada di Jl. Kahuripan Kota Malang adalah masjid sejarah tentang sinergitas TNI dan warga setempat. Masjid yang dibagun pada tahun 1960-an itu hingga saat ini berdiri megah dan menjadi salah satu tempat syiar agama Islam. Diberi nama Masjid Jenderal Ahmad Yani karena selain berada di tengah-tengah kota, di sekitaran masjid ini banyak sekali kompleks TNI, yang diantaranya yaitu Kodim 0833 dan asrama para petinggi TNI.

MASJID A YANI.
MASJID A YANI.

Seperti yang telah diketahui bersama, Jenderal Ahmad Yani adalah tokoh revolusi dan dikenal luas oleh masyarakat, sehingga pemberian nama masjid ini diharapkan mudah dikenal. Masjid yang berada di atas tanah seluas 400 meter persegi ini mampu menampung jamaah sekitar kurang lebih 1.500 orang. Tak hanya itu, di sekitar masjid yang ada di bawah naungan yayasan Jenderal Ahmad Yani ini juga ada beberapa lembaga pendidikan, koperasi, dan badan amil zakat. Hal itu untuk semakin menguatkan syiar Islam dari sisi syariat.

Setidaknya hal itulah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Jenderal Ahmad Yani, Mochammad Hadi, Senin (4/7). Ditambahkannya, beberapa bagian masjid tidak mengalami banyak perubahan, seperti kubah masjid, tiang penyangga yang ada di dalam masjid, dan menara yang menjulang tinggi.

“Beberapa kegiatan syiar Islam, diantaranya yaitu pengajian setiap selesai salat Subuh, kajian agama Islam seperti halnya ilmu fikih, tafsir hadis, pembelajaran Al-Quran, cara berwudu dan salat yang benar, dan lain-lain. Dengan demikian, fungsi masjid ini tidak hanya sebatas tempat melaksanakan salat, tapi lebih luas dalam membentuk jiwa umat Islam yang lebih baik lagi,” imbuh Hadi.

Karena awal pembangunannya adalah sinergi TNI dan warga, terang pria ramah itu, hingga saat ini kepengurusan takmir masjid masih melibatkan unsur TNI. “Di sisi lain, bentuk bangunan masjid ini juga tidak dibuat megah, dan yang terpenting jamaah atau umat Islam yang menjalankan ibadah salat di masjid ini merasa nyaman dan khusyuk. Hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” jelas Hadi.

“Ke depan, dari masjid ini juga diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang Islami. Hal ini bisa bisa terealisasi dengan rutinnya kegiatan pembelajaran Al-Quran dari nol, cara wudu dan salat yang lebih diprioritaskan bagi kaum muda usia. Semoga keberadaan masjid Ahmad Yani bisa lebih bermanfaat bagi umat Islam dan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content