Artikel

Sulap Limbah Jadi Deodoran, Mahasiswa UB Sabet Penghargaan

Lowokwaru, MC – Berawal dari keinginan untuk bisa memanfaatkan limbah alumunium foil yang sulit terurai, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang meraih penghargaan. Saat ditampilkan di Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Banda Aceh, 20-21 Juli 2016, karya mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik UB itu menyabet penghargaan, Selasa (26/7).

Surya Diki Andrianto dan Rachdian Rizqi Abadi
Surya Diki Andrianto dan Rachdian Rizqi Abadi

Karya inovatif deodoran dari limbah alumunium foil karya mahasiswa FT UB ini dibuat oleh tiga orang mahasiswa yakni Surya Diki Andrianto, Rachdian Rizqi Abadi, dan Septia Astuti dengan dibimbing oleh Ir. Bambang Ismuyanto, MS.

Surya Diki Andrianto mengungkapkan, produk yang dibuat bersama timnya ini meraih penghargaan pada ajang 2nd International Art Creativity & Engineering Exhibition (2nd I+ACEH). Dimana kompetisi ini diakui organisasi invention dunia World Invention Intellectual Property Associations (WIPA).

“Kami di Aceh memamerkan karya Alcandeon (Alumunium Cans Antiperspirant Deodorant), yaitu alat penghilang bau badan yang terbuat dari limbah alumunium,” terang Surya, Selasa (26/7).

Pada kejuaraan di Aceh ini, Surya menjelaskan mereka meraih penghargaan di bidang environment berupa Gold Medal dan Special Award dari Association Innovation Award (AIA) Korea Selatan.

Ajang ini sendiri diikuti 60 peserta, baik dari tingkat SMA/SMK maupun mahasiswa dari lintas negara seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Kamboja, dan Korea Selatan.

Adapun alasan Surya dan tim memilih karya ini adalah karena terinspirasi dari sulitnya limbah alumunium terdegradasi dari lingkungan. Di lain sisi, alumunium merupakan salah satu unsur penyusun tawas yang merupakan bahan dasar deodoran.

“Limbah alumunium bisa didapatkan dari kaleng atau bekas alumunium foil pada kemasan obat dan minuman instan,” jelas Surya.

Proses pembuatan produk yang telah dikembangkan selama dua bulan di Laboratorium Sains Teknik Kimia UB tersebut yaitu dengan cara mengekstrak limbah alumunium dengan Kalium Hidrooksida (KOH), kemudian direaksikan dengan Asam Sulfat (H2SO4).

Nantinya reaksi ini akan menghasilkan Kalium Aluminium Sulfat atau tawas. “Kelebihannya, produk ini tidak mengandung unsur klorin (CI) yang dapat menyebabkan iritasi kulit,” tambah Surya.

Surya melanjutkan, alumunium juga berfungsi untuk mengecilkan pori-pori kulit sehingga tidak mengeluarkan keringat (antiperspirant). Dari hasil uji coba produk juga didapatkan hasil derajat keasaman pada kulit (PH) mencapai 3,9 atau sesuai dengan kondisi kulit manusia. Biaya produksi Alcandeon ini sendiri ada dikisaran Rp 10.000 per biji. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content