Artikel

Inspiratif, Kisah Penerima PKH yang Kini Mandiri dengan Membuka Warung Pecel

Klojen (malangkota.go.id) – Warga Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang sangat bersyukur karena telah mendapatkan bantuan Pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya, melalui program PKH dirinya dapat membuka usaha sendiri. Kabar gembiranya lagi, penerima PKH itu rencananya akan segera berhenti dari program pemerintah tersebut.

Niati saat melayani pembeli di warung pecel miliknya

Ia adalah Niati, di mana ia sudah mendapat PKH sejak 2013 silam dan memanfaatkan uang dari PKH itu sebagai modal usaha. Kini, usaha Niati yang ditekuninya yakni sebuah warung pecel yang sudah memiliki omzet lumayan besar.

Rencananya, tahun ini Niati akan berhenti mengikuti program PKH karena dia merasa sudah mampu dan tercukupi dari usaha yang dimiliki untuk perekonomian keluarganya.

Niati mengaku bahwa setelah sekian lama dirinya mendapatkan pembinaan dari fasilitator PKH, saat ini ekonomi keluarga semakin membaik. Awalnya sebagai ibu rumah tangga, tapi sekarang sudah memiliki sebuah warung pecel.

“Bukannya tidak membutuhkan uang. Tapi saat ini saya merasa sudah mampu, karena itu lebih baik uang PKH yang saya terima untuk orang lain (yang membutuhkan) saja,” ungkap Niati, Selasa (6/8/2019).

Selama ini, kata dia, setiap tiga bulan sekali menerima uang PKH sebesar Rp500.000. Uang itu selain untuk kebutuhan sehari-hari juga diputar untuk membuat usaha kecil-kecilan dengan berjualan pecel. “Alhamdulillah sejak setahun terakhir jualan pecel ini mulai lancar,” ucapnya bersyukur.

Oleh karena itu, Niati akhirnya memutuskan tidak mau menerima PKH lagi, sehingga PKH miliknya bisa diberikan kepada pihak lain yang membutuhkan. Dia berharap melalui PKH semakin banyak warga miskin yang bisa terbantu.

Fasilitator PKH, Kelurahan Kotalama, Iswahyuni Anjari Rahmi membenarkan bahwa Niati sudah mengajukan surat resmi untuk tidak lagi menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan warga RT 10/RW 3, Kelurahan Kotalama itu lantaran sudah berhasil membangun usaha. Tentu hal ini sebagai kabar gembira, karena salah satu penerima bantuan PKH sudah berhasil melewati masa sulitnya.

“Bukan hanya Niati. Tapi nanti akan ada empat warga penerima bantuan lagi yang berencana berhenti dari PKH. Mereka akan segera menyusul Niati,” terang Yuni, panggilan akrab Iswahyuni Anjari Rahmi.

Di Kotalama sendiri, kata dia, ada 402 keluarga penerima PKH pada 2019. Suksesnya Niati ini adalah sebuah kegembiraan, karena PKH berhasil memberikan manfaat kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

“Masih banyak warga yang sebenarnya layak mendapatkan PKH. Namun belum mendapat, ke depan akan kami arahkan ke sana,” ujar Yuni. (cah/ram/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content