Artikel

Inovasi Stetoskop untuk Lindungi Tenaga Medis

(malangkota.go.id) – Selama ini tenaga kesehatan menggunakan stetoskop sebagai alat bantu utama saat melakukan pemeriksaan awal pasien. Namun di masa pandemi ini penggunaan stetoskop analog masih kurang efektif ketika tenaga kesehatan mengenakan alat perlindungan diri. Guna meminimalisir penularan Covid-19, Wahyu Teja yang juga seorang dosen di Kota Malang, menciptakan stetoskop digital sehingga para tenaga kesehatan tidak perlu membuka alat pelindung diri saat menggunakan stetoskop digital tersebut.

Wahyu Teja saat mencoba stetoskop digital hasil inovasinya

Sekilas alat bernama inoscope mirip dengan stetoskop analog, namun jika diteliti lagi akan terlihat sejumlah perbedaan, seperti di bagian kepala logam yang ditempelkan tenaga kesehatan ke dada pasien misalnya. Pada stetoskop analog hanya berisi logam khusus yang berfungsi sebagai penghantar bunyi detak jantung dan nafas paru-paru.

Wahyu, Selasa (13/10/2020), mengatakan bahwa suara tersebut disalurkan ke sebuah kabel konduktor dan dapat didengarkan tenaga kesehatan melalui dua alat pendengaran yang tertempel di kedua lobang telinganya.Di stetoskop digital (inoscope) di dalam kepala metal ditanamkan sebuah mikrofon kecil yang berfungsi sebagai pengubah suara analog menjadi suara digital.

Sementara itu, kata dia, alat bantu pendengaran di kiri kanan telinga tergantikan oleh sebuah kotak hitam berisikan komponen sejumlah rangkaian elektronik dan komputer mini. Fungsinya untuk mengolah data yang dihasilkan mikrofon menyimpannya ke dalam basis data dan mengunggahnya ke aplikasi digital di perangkat telepon pintar.

“Pada stetoskop analog, detak jantung dan suara nafas paru pasien hanya dapat didengarkan oleh satu orang dokter. Sedangkan pada inoscope, suara dapat didengarkan oleh banyak orang melalui pengeras suara di lokasi berbeda. Selain itu, secara otomatis juga terunggah ke fasilitas big data atau cloud serta data digital penunjang lainnya,” urai Wahyu.

Secara medis, keberadaan stetoskop digital ini sangat membantu tenaga medis terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini. Selama ini stetoskop analog sangat susah digunakan tenaga kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri. Suara detak jantung dan nafas paru pasien tidak dapat terdistribusi denga baik ke telinga jika digunakan di luar yang terhalang oleh baju seperti alat pelindung diri tersebut.

Namun jika harus membuka sedikit alat pelindung diri para tenaga medis untuk memasang ujung stetoskop ke telinga, memunculkan kemungkinan terjadinya penularan Covid-19. Ide besar inilah yang menjadi landasan diciptakannya stetoskop digital yang disebut atau diberi nama inoscope tersebut.

Saat ini inoscope sudah diujicobakan kepada orang sehat dan menunjukkan hasil sesuai harapan. Meski masih perlu dilakukan penyempurnaan, khususnya di sektor kejernihan suara akustik nafas paru-paru pasien. Inoskop dalam waktu dekat bakal diujicobakan kepada pasien non-infeksi sebelum diterapkan kepada pasien infeksi termasuk pasien positif Covid-19. (say/yon)

You may also like

Skip to content