Berita

Kartini Cilik Main Sepatu Roda Pakai Kebaya

Malang, (malangkota.go.id) – Sebagai upaya melestarikan busana tradisional dan mengenalkan sosok Kartini sejak dini, komunitas sepatu roda Kota Malang yang tergabung dalam Malang Freestyle Slalom Team (Mafest) menggelar latihan rutin dengan mengenakan busana kebaya pada Selasa (20/04/2021) sore. Latihan yang digelar di Jalan Besar Ijen ini sekaligus untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh anggota komunitas yang berusia 4-12 tahun agar tetap sehat meski di tengah pandemi.

Berbagai cara dilakukan oleh pelatih komunitas sepatu roda Kota Malang yang berlabel Mafest. Menurut Badai Rizky, pelatih sepatu roda Kota Malang, mengatakan agar anak-anak mengenal dan mencintai budaya bangsa. Terutama karena anggota komunitas ini mayoritas berusia antara 4-12 tahun. Seperti dengan mengenalkan busana kebaya dan para pejuang kemerdekaan bangsa, misalnya sosok Raden Ajeng Kartini.

Cara tersebut tergambar ketika mereka menggelar latihan rutin di trotoar di Jalan Besar Ijen Kota Malang dengan mengenakan busana kebaya. Gelaran ini sekaligus untuk memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April. Dengan menanamkan rasa nasionalisme sejak dini seperti ini, maka nantinya diharapkan akan melahirkan calon pemimpin masa depan yang sesuai harapan bangsa.

Badai Rizky menambahkan, melalui latihan rutin seperti ini maka anak-anak akan lebih mengenali jika Indonesia memiliki tradisi berupa busana daerah yang unik dan menarik. Begitu juga dengan sosok Kartini yang merupakan pejuang dari kaum perempuan dan mempunyai nasionalisme tinggi, dapat mereka tiru nantinya.

“Kami ingin mengajak anak-anak untuk mengeksplor bakatnya lebih dalam dan untuk mengingat perjuangan ibu kita Kartini pada zaman dulu, serta ingin menampilkan sesuatu yang unik. Kayaknya belum pernah ada pakai baju kebaya sambil main sepatu roda. Kalau pesan yang ingin kita disampaikan, kalau untuk sepatu roda ya untuk meningkatkan imunitas terutama pada saat korona sepeti ini, kalau kebaya biar kita tidak melupakan budaya bangsa ini,” urai Badai.

Meski model latihan ini baru pertama kali dilakukan, terang dia, ke depan anggota komunitas ini akan menggelar latihan sesuai dengan momen peringatan hari besar nasional lainnya, seperti Hari Pahlawan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian, rasa nasionalisme dan cinta tanah air anak akan terbentuk sejak dini dengan baik.

Nayla Putri Akira, salah satu anggota komunitas ini mengaku senang dan tidak mengalami kesulitan saat berlatih mengenakan busana kebaya. Beberapa gaya pun diperagakan degan apik, misalnya butterfly, back cobra, dan korean spin. (say/ram)

You may also like

Skip to content