Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Ruang Sidang, Balai Kota Malang, Rabu (6/4/2022).

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan sambutan pada acara Bakesbangpol Kota Malang

Kepala Bakesbangpol Kota Malang Dra. Rinawati, MM menyampaikan, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) adalah gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, cara hidup bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk menginformasikan tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental atau yang disingkat GNRM, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, serta Pedoman Umum Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021, serta agar anggota gugus tugas GNRM memahami tugas pokok dan fungsinya,” papar Rina.

Menurut Rina, melalui revolusi mental ini akan memetakan kondisi daerah, khususnya di Kota Malang apa yang harus ditingkatkan secara bersama-sama dan gotong royong melalui arah lima program dalam GNRM, yaitu Gerakan Indonesia Melayani (GIM), Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Gerakan Indonesia Tertib (GIT), Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) dan Gerakan Indonesia Bersatu (GIBe). Dengan harapan Kota Malang menjadi lebih baik dalam segala aspek dengan tiga nilai tersebut melalui lima program tadi.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dalam sambutannya mengajak kolaborasi untuk membangun generasi emas bermartabat di era disrupsi. Revolusi mental menjadi salah satu strategi menghadapi dua disrupsi besar saat ini yaitu pandemi dan digitalisasi.

“Jadi upaya membangun karakter yang sangat penting. Karakter generasi emas bermartabat, antara lain mempunyai komitmen kebangsaan yang kuat di mana mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam UUD 1945, serta menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan tata kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Kemudian menjunjung tinggi sikap toleran, lanjut Sutiaji, yaitu menghormati perbedaan dengan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya dan menyampaikan pendapat, serta menghargai kesetaraan dan perbedaan serta bersedia bekerja sama. Karakter selanjutnya adalah cerdas dalam menangkap isu global, menguasai skill dan pengetahuan yang dibutuhkan di era digital saat ini. Selain itu, mandiri dan berdikari baik secara mental dan ekonomi, memiliki kapasitas moral dan integritas, religius serta memegang teguh nilai budaya bangsa, satu kata dengan perbuatan.

“Revolusi mental ini sebetulnya sudah ada pada panjenengan semua, sehingga perlu dikuatkan. Mudah-mudahan ini jadi gerakan kita semua. Malang ini luar biasa, maka harus kita kuatkan. Intinya bagaimana kita membangun negara ini dengan posisinya dan fungsinya masing-masing. Di sini adalah rumah kita semua, di sini milik kita semua. Ayo menguatkan cinta di antara kita, saling menghargai dan saling meyakini. Kita dukung dan kita jaga keamanan,” terangnya. (eka/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content