Malang, (malangkota.go.id) – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG menjelang Hari Raya Idulfiitri 1443 Hijriah/2022 Masehi, khususnya di wilayah Kota Malang dipastikan dapat mencukupi kebutuhan. Hal ini disampaikan oleh Fuel Terminal Manager Malang, Sidhi Pratomo Harja, pada Rabu (27/4/2022).

Ilustrasi SPBU. Foto: Kompas

“Dapat kami sampaikan di depo ini sudah aman. Jadi kami punya 10 tangki timbun dengan total kapasitas 7.200 kilo liter, dan ada empat produk yang kami kelola yakni Pertalite, Pertamax, DEX, dan Biosolar,” urainya.

“Dengan kapasitas tersebut, stok masih aman selama tiga hari. Ketahanan stok kami ada tiga hari. Kami suplai dari Surabaya menggunakan kereta api yang waktu tempuhnya sekitar enam jam. Jadi dengan stok ini masih sangat cukup menyuplai kebutuhan di Kota Malang,” katanya.

Sidhi mengungkapkan bahwa dengan dibukanya keran mudik bisa diprediksi bahwa kebutuhan BBM juga akan mengalami peningkatan. Tahun ini memang jadi perhatian khusus, karena selama dua tahun pemerintah tidak mengadakan mudik Lebaran.

“Tahun ini dibuka, jadi bisa dipastikan bahwa kebutuhan BBM akan meningkat. Dari proyeksi tadi kami sampaikan untuk produk gasoline mengalami peningkatan 15 persen, LPG 6 persen. Sedangkan untuk gasoil karena ada pembatasan angkutan barang diperkirakan mengalami penurunan. Jadi kami lebih fokuskan ke produk untuk angkutan orang, mobil dan motor,” katanya.

Mengantisipasi meningkatnya permintaan, kata Sidhi, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji berharap Pertamina dapat meningkatkan cadangan 20 hingga 25 persen. Pertamina sendiri telah menyiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2022 untuk meningkatkan pelayanan akan kebutuhan BBM masyarakat. Satgas RAFI memiliki program SPBU kantong, yakni mobil tangki yang disiagakan di wilayah rawan macet.

“Dengan menempatkan SPBU kantong ini, jika ada kebutuhan mendesak maka BBM ini tidak perlu berangkat dari sini. Karena sudah ada standby disana jadi bisa langsung dibongkar ke SPBU. Ini sebagai langkah antisipasi untuk jalur-jalur yang mengalami kemacetan. Jadi stoknya masih relatif aman dengan adanya SPBU kantong ini,” tuturnya.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan KiosK Modular di jalan tol Malang-Surabaya. Untuk memastikan distribusi lancar dan aman, Pertamina juga telah memasang stiker Satgas RAFI di setiap mobil tangki. Selain itu, Pertamina telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada jalur distribusi mobil tangki.

Pertamina juga memiliki layanan tambahan saat Lebaran, yakni adanya layanan antar (motorist). Melalui layanan ini, masyarakat dapat menghubungi call center Pertamina di nomor 135 jika membutuhkan bahan bakar, dan personel SPBU terdekat akan mengantar ke alamat. Saat ini ada tiga SPBU di Kota Malang yang dapat menyediakan layanan antar ini, yakni SPBU Jl. Ciliwung, SPBU Jl. Langsep, dan SPBU Tlogomas.

Pertamina juga melakukan persiapan menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram, jika terjadi gejolak kebutuhan dan harga LPG naik subsidi maupun nonsubsidi. Pertamina akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Malang untuk dapat melakukan operasi pasar di kantor kecamatan maupun kelurahan. (ari/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content