Berita

Wali Kota Sutiaji Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Long Form SP2020 BPS

Malang (malangkota.go.id) – Pendataan Long Form SP2020 atau Sensus Penduduk 2020 lanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dimulai serentak di seluruh Indonesia, Minggu (15/5/2022).

Pendataan Long Form SP2020 atau Sensus Penduduk 2020

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi serta, menyukseskan kegiatan Long Form SP2020 yang digunakan untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan Kota Malang.

“Kegiatan Long Form SP2020 akan dilaksanakan pada 15 Mei sampai 30 Juni 2022. Tujuannya untuk mendapatkan data antara lain, seperti kelahiran, kematian, perpindahan penduduk dan lainnya yang digunakan untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan Kota Malang,” papar Sutiaji.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini melakukan pengawasan lapangan di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Pada kegiatan ini dilakukan pemutakhiran rumah tangga pada wilayah terpilih selama 17 hari hingga 31 Mei 2022. Tujuannya untuk mengumpulkan data keberadaan keluarga, identifikasi rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan keberadaan kematian dalam rumah tangga selama lima tahun terakhir.

“Data terkait pendidikan kepala rumah tangga digunakan sebagai implicit stratifikasi dalam penarikan sampel rumah tangga. Harapannya sampel yang dihasilkan dari hasil pemutakhiran ini mampu mewakili berbagai kelompok/strata penduduk di Kota Malang,” jelas Erny.

Erny berpesan kepada petugas agar melakukan pendataan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) lapangan dan berpegang pada konsep definisi yang telah diajarkan selama pelatihan. Ia juga menyampaikan agar petugas selalu menerapkan protokol kesehatan selama pendataan.

“Dalam pemutakhiran LF SP2020 ini diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam mengidentifikasi rumah tangga. Kekurangtepatan dalam pemutakhiran yang lakukan akan berdampak pada pendataan rumah tangga sampel selanjutnya,” ujar Erny.

Pendataan di Kota Malang menerjunkan 230 petugas yang akan mengerjakan 793 blok sensus yang tersebar di lima kecamatan. Petugas yang diterjunkan ke lapangan mengenakan atribut dari BPS seperti rompi, papan nama, tas, dan face shield. Sehingga mudah dikenali dan masyarakat tidak ragu untuk menerima kunjungan petugas sensus. Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas lapangan telah memperoleh vaksin booster atau telah menjalani swab antigen dengan hasil negatif.

“Petugas lapangan ini juga dibekali dengan surat tugas resmi dari BPS yang mencantumkan dasar pelaksanaan kegiatan, yaitu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Untuk menyukseskan pendataan LF SP2020 ini diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Malang. Data yang dihasilkan menjadi dasar dalam perencanaan sekaligus evaluasi pembangunan di Kota Malang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambah Erny.

Ia menambahkan partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya. Setiap jawaban yang diberikan oleh masyarakat akan sangat berarti untuk kemajuan Indonesia. (eka/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content