Berita

Tiga Bus Gratis Siap Dioperasikan

Wali Kota Malang, H. Moch. Anton mengatakan bahwa Pemerintah Kota Malang pada bulan Januari 2015 mendatang akan menyiapkan bus sekolah untuk menunjang pendidikan di Kota Malang. Dari delapan bus yang direncanakan, tiga bus bakal siap segera dioperasikan. Satu bus sudah siap dioperasikan sebagai bus sekolah, dua sisanya akan digunakan sebagai bus wisata, Sabtu (29/11).

Wali Kota Malang, H. Moch. Anton foto disalah satu bus sekolah yang sudah siap beroperasi, Sabtu (29/11)
Wali Kota Malang, H. Moch. Anton foto disalah satu bus sekolah yang sudah siap beroperasi, Sabtu (29/11)

Abah Anton berencana bus-bus gratis tersebut dapat dioperasikan sebagai bus sekolah, bus wisata dan bus pasar yang digunakan untuk mengangkut warga yang ingin berbelanja ke pasar.

Ia menambahkan, untuk tahap awal akan dioperasikan tiga unit bus dulu, dan semuanya gratis. Bus-bus itu diperoleh dari program Corporate Social Responsibility (CSR), satu dari CSR Bank Jatim, dan dua dari CSR perusahaan di Jakarta. Biaya operasional bus akan melekat pada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah. red) terkait. Untuk bus sekolah ke Dinas Pendidikan, bus wisata ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan bus pasar di Dinas Pasar.

Apakah keberadaan bus-bus itu tidak akan menuai kontroversi dengan angkutan umum karena bisa saja akan mengurangi pendapatan para sopir angkutan, pria yang akrab disapa Abah Anton itu mengaku tidak, karena bus-bus itu akan menyusuri jalan-jalan di pinggiran Kota Malang dan kemungkinan besar tidak terjangkau angkutan umum.

“Rute bus dan halte-haltenya sudah dibuat dan tinggal pengoperasiannya. Diharapkan program ini dapat membantu masyarakat kecil, karena mereka biasanya kalau ke pasar atau anaknya ke sekolah harus beberapa kali naik angkutan umum. Bus-bus ini akan menurunkan serta menaikkan penumpang di halte-halte,” beber Abah Anton.

Untuk bus wisata nantinya akan mengangkut wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Kota Malang. Mereka akan diantar keliling-keliling ke tempat wisata, mal, UKM (Usaha Kecil Menengah) dan sebagainya. “Dengan demikian saat wisatawan ke Kota Malang, mereka tidak hanya singgah, tapi juga berwisata,” papar Abah Anton.

Beberapa bus tersebut adalah berasal dari dana CSR salah satu perusahaan di Jakarta dimana pemilik usahanya adalah orang Malang. “Ini bentuk nyata kepedulian mereka kepada kota kelahirannya. Dengan dana CSR ini, maka akan menghemat APBD, dan bisa dialokasikan ke program positif lain. Apabila kita mau berusaha mencari CSR, pasti bisa dan banyak yang mau memberikannya kepada Kota Malang ini,” tambahnya.

Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Malang, Zulkifli Amrizal, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa bus sekolah gratis ini nantinya ada sebanyak enam unit dengan rincian lima unit bus sekolah dengan anggaran dari APBD Kota Malang dan satu unit bus dari CSR Bank Jatim. Sedangkan untuk bus pariwisata akan ada sebanyak dua unit yang diperoleh dari CSR perusahaan di Jakarta.(say/yon/dmb)

You may also like

Skip to content