Berita

MPR RI Konsen Kembalikan Nilai Luhur Bangsa

Lowokwaru, MC Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM kembali mengingatkan tentang pentingnya mengajarkan Pancasila untuk menangkal gerakan radikalisme yang bisa meruntuhkan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM menjelaskan tentang nilai penting  Pancasila, Selasa (25/8)
Ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM menjelaskan tentang nilai penting Pancasila, Selasa (25/8)

Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Strategi Menangkal Gerakan Transnasional Radikal Demi Integrasi Bangsa’ yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (25/8).

“Pascareformasi, Indonesia seperti kehilangan roh Pancasila. Dulu ada BP 7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila_red) dan di setiap Kementerian, TNI dan Polri, Pancasila selalu didengungkan. Karena itulah saat ini harus dikembalikan seperti dahulu,” ucap Zulkifli, Selasa (25/8).

Menurutnya, bukan Pancasila-nya yang keliru ketika Orde Baru, namun metode yang digunakan untuk mendoktrin lah yang keliru. Karena itu saat ini MPR RI tengah konsen mengembalikan roh Pancasila dengan metode yang baru. “Kami akan terus melakukan sosialisasi. Pascareformasi, pendidikan Pancasila telah ditiadakan mulai tingkat SD hingga SMA. Padahal nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak usia dini,” ucapnya.

Ia mencontohkan, di negara Singapura nilai nasionalisme telah ditanamkan sejak TK, sehingga mereka sangat bangga menjadi warga negara Singapura. Berbagai cara akan ditempuh oleh MPR RI, tak terkecuali melalui media sosial yang saat ini digemari oleh generasi muda. Selain itu MPR RI juga terus berupaya melakukan berbagai kajian tentang pengajaran Pancasila.

Dengan tertanamnya pendidikan Pancasila tersebut, ia berharap akan semakin menjaga keutuhan NKRI. Sebab Pancasila yang menjadi ideologi bangsa Indonesia sarat dengan nilai-nilai yang sesuai dengan kondisi Indonesia yang beraneka ragam suku dan agama.

Sementara itu Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Haryono, M.Pd mengatakan seminar nasional ini merupakan kegiatan yang digelar oleh UPT Pusat Pengkajian Pancasila UM. “Kami telah memiliki Laboratorium Pancasila yang terus melakukan pengkajian dan sosialisasi tentang Pancasila. Melalui lembaga ini kami mencoba memposisikan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara Indonesia,” ucapnya. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content