Berita

Cetak Pengusaha Kuliner Kreatif dan Inovatif, Disnaker Gelar Pelatihan

Klojen (malangkota.go.id) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Melalui Praktek dan Pelatihan Olah Makanan Berbasis Inovasi di SMK Kartika IV-1 selama sepuluh hari ke depan yakni mulai Senin (22/7/2019) hingga Sabtu (3/8/2019). Para peserta kegiatan yang merupakan pelaku dan calon pelaku UMKM sangat antusias mengikuti kegiatan ini sebagai upaya pembekalan diri mereka.

Peserta pelatihan foto bersama Plt Kepala Disnaker Kota Malang dan panitia penyelenggara

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala Disnaker Kota Malang dr. Supranoto, M.Kes, Senin (22/07/2019). Disampaikannya, kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan panduan teknis terhadap dasar-dasar yang menjadi pedoman pelaksanaan dalam mengolah makanan berbasis inovasi.

Dengan adanya pemahaman yang sesuai, menurutnya akan meningkatkan kemampuan dari peserta pelatihan ini. “Setelah pelatihan ini, kami harapkan dapat mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha sehingga akan dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” jelas Supranoto.

Pada pelatihan ini menghadirkan narasumber dari para pelaku usaha yang memiliki keahlian dan sudah berpengalaman di bidang tata boga. “Pembinaan dan pelatihan kerja ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi, keterampilan dan daya saing masyarakat,” imbuh Supranoto.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang itu menambahkan, bagi warga masyarakat yang ingin berbisnis atau membuka usaha di bidang makanan, maka harus selalu mencari inovasi makanan unik, kreatif dan menguntungkan. “Sekarang ini banyak orang yang tidak hanya mementingkan rasa dalam makanan, namun mereka suka makanan yang berbeda,” tambahnya lagi.

Oleh karena itu, pengusaha makanan dituntut bukan hanya memiliki ide bisnis makanan, namun juga memiliki ide usaha makanan kreatif, ide bisnis makanan unik, sehingga bisa menjadi inspirasi bisnis makanan dan tentunya menjadi bisnis makanan yang menguntungkan.

“Saat ini sektor kuliner termasuk dalam sektor industri kreatif, dan sudah memiliki pangsa pasar tersendiri, baik di Indonesia maupun di pasar global atau di level internasional. Sektor kuliner ini meliputi dari kuliner daerah dan juga pemasaran produk khas daerah di Indonesia,” sambung Supranoto.

Sektor kuliner menjadi industri kreatif yang sangat menjanjikan, karena memiliki nilai ekonomis, namun tetap memiliki keuntungan dan keunggulan. “Maka dari itu, setelah pelatihan ini, kreatifitas dan atau inovasi dari peserta akan menentukan langkah berikutnya, untuk menjadi pengusaha kuliner sukses dan berdaya saing,” pungkas Supranoto. (say/yon)

Baca juga dalam : Berita