Anak Berita

Wali Kota Malang Sutiaji: Gebyar PAUD Wujud Sinergi Tiga Elemen

Klojen (malangkota.go.id) – Luar biasa! Apresiasi bagi wali siswa yang luar biasa, guru PAUD yang tidak pernah lelah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang selaku leading sector. Artinya komunikasi terjalin dengan baik. Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji usai membuka gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-39 di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (29/7/2023).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji membuka gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-39

Ditambahkannya, dari tiga poin yang disebutkan, ada keterlibatan institusi, guru dan masyarakat dalam hal ini adalah wali siswa. “Ini adalah indikatornya, saya penuh keyakinan bahwa sumber daya manusia (SDM) di Kota Malang ini unggul,” serunya.

Menyadarkan orang akan pentingnya pendidikan anak itu luar biasa, dan terbukti hari ini keterlibatannya luar biasa. “Mereka tidak hanya mengantarkan anaknya saja. Ini adalah sesuatu yang menurut saya perlu diberikan apresiasi luar biasa terhadap orang tua,” imbuh pria berkacamata tersebut.

Anak PAUD akan mengikuti apa kata guru dan orang tua. Sedangkan guru dan wali murid dalam hal ini tidak mungkin bisa tergerak kalau tidak ada komunikasi yang baik. “Maka kami berikan apresiasi bagi dewan guru yang tentu difasilitasi oleh Disdikbud,” kata orang nomor satu di Pemkot Malang itu

“Hari Anak Nasional ke-39 ini saya kira sudah semakin menyatu, tidak sendiri-sendiri. Kemarin saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) juga berkaitan dengan kualitas anak. Jadi semua menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” bebernya.

Lebih lanjut Sutiaji mengatakan bahwa hal ini juga merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah yang sudah bergerak bersama-sama. “Harapan kami, siapapun nanti yang menjadi kepala daerah hendaknya mempunyai komitmen kuat untuk tumbuh kembang anak,” sambungnya.

Anak disebutkan Wali Kota Malang adalah anugerah, amanah dan investasi. Ketiga poin itu mempunyai dimensi masing-masing, sehingga bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia tidak menjadi beban tapi sebuah kekuatan menuju Indonesia menjadi barometer dunia. “Indonesia menepamti urutan keempat (jumlah penduduk), tapi tidak menutup kemungkinan nanti bisa menjadi urutan ketiga di atas India,” pungkasnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content