Wali Kota Malang Beri Arahan Guru Pendamping Khusus

Wali Kota Malang Beri Arahan Guru Pendamping Khusus

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menggelar kegiatan Pembinaan Pendidikan Inklusif Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (25/10/2019).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan pengarahan

Secara khusus Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM, Sekretaris Disdik Kota Malang Totok Kasianto, beserta jajaran memberikan pengarahan dan motivasi kepada Guru Pendamping Khusus (GPK).

Sutiaji mengungkapkan semua anak selalu dilahirkan dengan kelebihan dan keunggulan, oleh karena itu sebagai pendidik harus bisa memaksimalkan kelebihan yang ada pada diri setiap anak. Disinilah dibutuhkan peran penting pendidik, termasuk bagi guru pendamping khusus.

“Setiap anak itu unik, memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Oleh karena itu setiap anak memerlukan penanganan yang berbeda-beda tidak bisa disamaratakan,” jelas Sutiaji, Jumat (25/10/2019).

Dari kenyataan ini sebagai pendidik harus terus belajar dan belajar agar bisa mendidik anak-anak sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Pada kesempatan ini Sutiaji juga menjelaskan tentang pentingnya konsep pengertian orang tua, konsep pengertian anak dan konsep pengertian pendidikan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM mengungkapkan komitmen Kota Malang untuk mengembangkan pelayanan pendidikan, termasuk untuk pendidikan inklusif.

“Semua anak pada hakikatnya memerlukan pelayanan pendidikan yang terbaik, demikian juga dengan anak-anak dengan kebutuhan khusus,” tegas Zubaidah. (cah/yon)

Pendidikan Antikorupsi Harus Ditanamkan Sedini Mungkin

Pendidikan Antikorupsi Harus Ditanamkan Sedini Mungkin

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan Kota Malang menggelar Sosialisasi Peraturan Wali Kota Malang Nomor 45 Tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Gedung Pertamina SMKN 2 Kota Malang, Rabu (18/9/2019). Sosialisasi ini diikuti oleh komite sekolah dan kepala sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP se-Kota Malang yang berjumlah kurang lebih 500 orang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat memberikan sambutan

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan Perwal No. 45 tahun 2019 ini dibuat untuk penanaman perilaku antikorupsi sedini mungkin, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melaksanakannya.

Sekolah dan komite, disampaikannya memiliki peran besar dalam penanaman perilaku antikorupsi di lingkungannya. Perbedaan barang publik dan barang pribadi harus tegas ditanamkan sejak masa anak-anak. “Harus ada benteng yang kuat antara hak privat dengan hak publik,” ujarnya

Wali Kota Malang juga menggagas ide untuk adanya orientasi wali murid siswa. Pentingnya proses pendampingan yang dilakukan oleh orang tua yang sejalan dengan metode pembelajaran di sekolah khusus pembangunan karakter.

Contoh sederhana dengan menanamkan cara anak mencium tangan orang tua dengan benar, tidak ditaruh kening atau pipi. Orang tua atau guru juga harus ikut mendukung dengan membersihkan tangannya terlebih dulu. “Perkara-perkara kecil akan menjadi besar ketika itu menjadi pembiasaan,” tambahnya.

Korupsi masih akan terus menerus tidak akan pernah selesai kalo pemahamannya berbuat baik karena takut dilihat, harusnya takut berbuat jahat karena kasihan pada dirinya sendiri. Kondisi yang ideal adalah berbuat baik karena sayang akan dirinya sendiri dan tidak berbuat jahat karena sayang akan dirinya sendiri.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM menyampaikan bahwa perwal ini berawal dari instruksi Presiden yang kemudian ditindaklanjuti Gubernur dan kemudian oleh wali kota dan bupati.

Tujuan dari pendidikan antikorupsi ini untuk menanamkan nilai dan sikap hidup antikorupsi kepada keluarga besar dunia pendidikan mulai dari pendidik, peserta didik, komite sekolah maupun masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

“Kami selaku pelaksana implementasi di lapangan yaitu melaksanakan untuk membuat peraturan-peraturan agar bapak ibu yang ada di lembaga pendidikan khususnya bisa mempedomani yang akhirnya nanti akan bisa melaksanakan sesuai dengan aturan dan peraturan,” jelasnya. (EM/yon)

Wali Kota Malang Berangkatkan Kirab Budaya Hardiknas 2019

Wali Kota Malang Berangkatkan Kirab Budaya Hardiknas 2019

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayaati, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM, ketua pelaksana Kirab Budaya Hardiknas 2019 Drs. Burhanuddin, M.Si., memberangkatkan Kirab Budaya Hardiknas 2019 yang mengambil start-finish di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang Jalan Veteran No. 19 Kota Malang, Sabtu (4/5/2019).

Kirab Budaya Hardiknas 2019

Kirab Budaya Hardiknas ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019. Kegiatan ini diikuti kurang lebih enam ribu peserta dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Taman KanakKanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri maupun Swasta se-Kota Malang.

Rute Kirab Budaya dimulai dari depan kantor Dinas Pendidikan Kota Malang Jl. Veteran – Jl. Sumbersari – Jl. Surabaya – Jl. Jakarta – Jl. Bogor – Jl. Veteran. Kirab Budaya ini memaknai lima momen penting yakni memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019, Hari Ulang Tahun ke-105 Kota Malang, Hari Kartini Tahun 2019, Hari Bumi serta menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada insan pendidikan Kota Malang yang senantiasa mendidik, membimbing, mengajari dan membekali anak  anak generasi penerus bangsa dengan ilmu yang bermanfaat. “Sejatinya anak merupakan investasi masa depan. Manakala saat ini kita mendidik, membimbing dan mengajarkan hal baik yang kelak dikemudian hari mampu menjadikan anak didik sebagai insan yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” jelasnya.

Sutijai juga mengajak kepada peserta kirab budaya untuk tertib dalam melaksanakan Kirab Budaya Hardiknas 2019 dengan tidak menganggu arus lalu lintas secara berlebihan.

“Tunjukkan pada masyarakat luas bahwasannya kita adalah insan terdidik yang tertib berlalu-lintas. Marilah kita beri suri tauladan yang nyata pada anak didik yang kelak akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing, memberikan pertolongan, memberikan kekuatan dan naungan-Nya dalam menjalankan aktivitas sehari hari, menunaikan tugas dan kewajiban hari ini, hari esok dan masa mendatang,” ucap Sutiaji memanjatkan doa sesaat sebelum memberangkatkan kirab.

Berbagai kostum dikenakan ribuan peserta untuk memeriahkan Kirab Budaya Hardiknas 2019. Terlihat peserta yang menggunakan busana penari topeng, baju adat dari berbagai belahan Nusantara, hingga busana muslim.

Tema kirab yang diangkat kali ini ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Budaya’ sangat terasa. “Seperti penampilan Jula-Juli merupakan kombinasi keseimbangan otak kanan dan otak kiri, dimana otak kanan untuk berpikir terkait akademi dan otak kiri untuk kreativitas budaya,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.(EM/yon)

Journalist Camp 2019 Digelar

Journalist Camp 2019 Digelar

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Menjadi generasi milenial harus mampu memanfaatkan gadget dengan positif. Hal itu disampaikan oleh Branch Manager AirAsia Malang Ir Immanuel Osijo saat memberikan materi dalam Journalist Camp 2019 dalam rangka Pembinaan OSIS SMP se-Kota Malang yang digelar di Café Pan Java, Kamis (4/4).

Journalist Camp 2019

Selain Immanuel Osijo yang membawakan materi Membuat Blog dan Vlog Kreatif, ada Pemimpin Redaksi JatimTIMES.com Heryanto dengan materi Menulis Berita dan Teknik Wawancara, dan ketiga yakni materi Menjadi Youtuber Andal, Membuat Video Menarik, dan Menembus Media Sosial oleh Youtuber Nasional Harfrida Vindy Agustie.

Disampaikan Immanuel, bila bisa memanfaatkan gadget secara positif, bukan hanya bisa menginspirasi orang saja, namun kita juga bisa mendapatkan penghasilan.

Meskipun sudah menjadi Branch Manager, Immanuel selalu menyempatkan diri untuk mendokumentasikan setiap perjalanannya berkeliling dunia dan menguplodnya melalui vlog. “Tak harus keliling dunia. Bagi generasi muda, bila kreatif pasti bisa juga membuat vlog,” ucap Immanuel, Kamis (4/4).

Bukan hanya memberi materi tentang bagaimana membuat vlog, Immanuel pun lebih banyak memotivasi siswa untuk tidak pantang menyerah dalam menggapai cita- cita. “Saya dulu seorang sopir, istri juga hanya seorang penjual rujak uleg. Bahkan anak saya juga sering di-bully, tapi sekarang bisa menjadi ahli IT dan membuat website,” terang Immanuel.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan media online MalangTIMES.com dan dibuka langsung oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Dalam sambutannya Sutiaji menegaskan pentingnya kegiatan ini karena perkembangan IT saat ini yang luar biasa.

Perkembangan teknologi tak bisa dibendung lagi, bahkan dikatakan Sutiaji, di Jepang sudah memasuki era revolusi industri 5.0, padalah Indonesia baru masuk di era revolusi industri 4.0. “Saat ini kita masuk pada dunia IT. Mudah-mudahan dengan IT kita mampu menjadi khalifah (pemimpin) yang baik seperti apa yang digariskan oleh Tuhan,” ujarnya.

Untuk menjadi khalifah yang baik tersebut, menurutnya dibutuhkan empat hal yang perlu dimiliki. Yakni yang pertama, mampu memfilter apa yang diterima. Kedua, mampu mengoptimalkan potensi yang ada, baik dari dalam maupun dari luar.

Ketiga, mampu menggerakkan potensi itu menjadi sebuah kekuatan. Dan yang keempat, mampu menimbang dan memilih apa yang seharusnya dilakukan. “Empat poin ini ketika sudah kita lakukan, insyaallah kita akan menjadi pemenang,” ucap Sutiaji. (cah/yon)

Disdik Kota Malang Gelar FPD Penyusunan Renja

Disdik Kota Malang Gelar FPD Penyusunan Renja

Blimbing (malangkota.go.id) – Berupaya memberikan yang terbaik untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Malang, Dinas Pendidikan Kota Malang menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja (Renja) / Rencana Kegiatan Tahun 2020 di Hotel Savana, Kamis (28/2).

FPD Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan apa saja yang akan dikerjakan Dinas Pendidikan Kota Malang di tahun 2020.

“Kegiatan Dinas Pendidikan saat ini adalah apa yang direncanakan 2018 lalu, renja (tahun 2019) kali ini adalah untuk tahun 2020,” jelas Zubaidah, Kamis (28/2).

Zubaidah mengungkapkan banyak kegiatan yang akan dilakukan Dinas Pendidikan di tahun 2020 nanti yang harapannya adalah mutu dan kualitas pendidikan Kota Malang dapat semakin maju dan berkembang.

Melalui kegiatan seperti ini pula dapat digali berbagai isu strategis untuk bisa ditindaklanjuti sebagai jalan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Diantaranya adalah tentang pentingnya pendidikan karakter serta pendidikan kebudayaan yang saat ini juga menjadi salah satu ranah Dinas Pendidikan. (cah/yon)