Berita

Wali Kota Serahkan Hadiah Lomba Desain Alun-alun

Kekuatan karya Felix Ciosconara dan tim dalam mendesain alun-alun Kota Malang hingga lebih artistik, ramah lingkungan dan akrab dengan Kota Malang berbuah manis. Desain peserta yang berasal dari Surabaya ini berhasil meraih juara di sayembara desain alun-alun Kota Malang, Selasa (3/12).

Wali Kota Malang H. Moch Anton saat menyerahkan hadiah juara, Selasa (3/12)
Wali Kota Malang H. Moch Anton saat menyerahkan hadiah juara, Selasa (3/12)

Mengapresiasi kesuksesan para peserta yang meraih juara, Wali Kota Malang, H. Moch Anton yang menyerahkan langsung juara dalam apel pagi di Balai Kota Malang. Mengikuti jejak Felix di kategori umum peringkat dua diraih Tim Sympathetic with Locality dari Tegal.

Sementara itu, dalam kategori mahasiswa dan pelajar, Dedy Asrizal meraih juara pertama, sedangkan peringkat kedua ditempati tim arsitektronika. Untuk kategori praktisi, dua tim asal Bandung Tim Waringin meraih juara pertama dan tim Arscape di peringkat dua.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton mengaku senang dengan adanya kegiatan ini yang terselenggara berkat bantuan para pengusaha di Kota Malang dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Adanya para investor yang mau mendanai kegiatan seperti ini sangat bagus, karena akan bisa semakin meningkatkan citra Kota Malang.

“Lomba desain alun-alun ini baru satu titik awal, kami berharap program ini terus berkelanjutan,” terang Anton, Selasa (3/12).
Anton menyebutkan, berkat bantuan investor, pengerjaan alun-alun nantinya tidak akan memakai dana APBD. Adanya investor-investor seperti ini diharapkan terus berdatangan sehingga Kota Malang semakin maju.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Drs. Wasto, SH, MH mengatakan, desain alun-alun para pemenang akan menjadi pijakan bagi DKP untuk menyusun Detailed Engineering Design (DED) final. Dari desain-desain itu, idenya dikombinasikan sehingga bisa memunculkan rancangan terbaik sebelum dibangun.

“Rencananya, proses renovasi alun-alun Merdeka akan dimulai Maret 2014, kami memasang target DED akhir bulan ini bisa selesai. Hasilnya akan kami serahkan ke BRI untuk dilelang proyek,” tegas Wasto.

Sebelum pemenang diumumkan, para peserta menjalani seleksi ketat dari penilaian para dewan juri. Di antara dewan juri itu adalah Prof. Ir. Respati Wikantiyoso, MSA, Ph.D, Ir. Budi Fathony, MTA, Ir. Arief Setyawan, MT, Haris Wibisono IAI, Medha Baskara IALI, Ir. Ali Soekirno, Dra. Lis Purnamasari, M.Psi, Dukut Imam Widodo dan Dr. Kun Aniroh, S.ST M.Par.

Dari total 114 peserta yang terdaftar, mereka harus menyeleksinya menjadi 31 nominator pada penjurian tahap awal. Penjurian tahap II dilakukan bersamaan dengan pameran pada 23-24 November lalu. Dari situ, nominator mengerucut lagi menjadi 13. Mereka kemudian diminta melakukan presentasi di hadapan dewan juri pada 1-12 November 2013.

Sementara itu, untuk patung Singo keluar sebagai pemenang adalah desain singa dari Afrika karya HJ Hendrawan. Karya patung singa dari Hendrawan itu nantinya akan ditempatkan di depan Museum Brawijaya. (cah/dmb)

You may also like

Skip to content