Berita

Realisasikan Program 100-0-100, Pemkot Malang Adakan MoU Dengan Unmer

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menguatkan dan merealisasikan program 100-0-100 yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yaitu pencapaian target 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Program tersebut, salah satunya tersirat dalam penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding_red) antara Pemkot Malang dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Lt. 3 Unmer Malang, Kamis (05/03).

pemkot-mou-unmer
Wali Kota Malang, H. Moch. Anton mengatakan jika MoU ini bertujuan untuk menuntaskan permasalahan kawasan permukiman kumuh dalam bentuk bedah rumah. Menurutnya, di Kota Malang ada sekitar 608 hektar yang diprogramkan sebagai kawasan bebas kumuh dan ada bantuan anggaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebesar Rp. 2,7 miliar. “Selain Unmer, Universitas Brawijaya (UB) Malang juga terlibat dalam program yang sama,” ujarnya.

Program 100-0-100 ini, terang orang nomor satu di Pemkot Malang itu, merupakan program yang terintegrasi dalam waktu yang tidak terbatas. “Jika tidak dimulai secepat mungkin, maka akan sangat sulit untuk menuntaskan daerah kumuh serta perbaikan sanitasi ini. Peran perguruan tinggi sangat penting. Maka dari itu, kampus lain segera bergabung dengan program ini,” himbau pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

“Selain ada bantuan dana dari pemerintah, nantinya juga akan didukung oleh dana CSR (Corporate Social Responsibility_red), sehingga dalam pelaksanaannya lebih maksimal. Untuk tahun ini kami tidak bisa menargetkan akan ada berapa rumah yang akan dibedah, karena kita ingin sebanyak-banyaknya. Ada delapan kabupaten/kota yang dicanangkan sebagai pilot project dalam program 100-0-100 ini, dan di Jawa Timur ada dua yaitu Kota Malang dan Kota Surabaya,” papar politisi PKB itu.Terpisah, Rektor Unmer Malang, Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE, M.Si mengatakan jika pihaknya hanya sebagai pelaksana dalam MoU program 100-0-100 ini. “Semua anggaran disiapkan oleh Pemkot Malang dan kami hanya menyiapkan tenaga pelaksananya serta hal lain yang berkaitan dengan bedah rumah ini,” jelasnya.
Pria berkacamata itu menambahkan, pihak Unmer tidak menerima pembayaran apapun untuk tenaga pelaksananya, alias gratis, karena hal ini merupakan program sinergitas antara Pemkot Malang dengan Unmer Malang. “Kami nantinya akan mengerahkan semua dosen dari fakultas teknik, khususnya dari jurusan teknik sipil dan arsitektur,” paparnya.
“Selain itu, kami juga mengajak mahasiswa fakultas teknik terutama yang akan mengerjakan tugas akhir, sekaligus dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau yang juga biasa disebut pengabdian masyarakat. Kami nantinya juga akan langsung menghitung berapa SKS (Satuan Kredit Semester) dalam pelaksanaan atau keikutsertaan mahasiswa dalam program ini,” beber Anwar.
Bedah rumah yang ditangani Unmer, kata dia, di 11 kelurahan di dua kecamatan, salah satunya di Kecamatan Sukun. “Setelah MoU ini, paling lambat akhir bulan Maret ini kami akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, evaluasi, dan merancang seperti apa rumah warga yang akan dibedah,” jelas Anwar. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content