Berita Seni Budaya dan Pariwisata

Merekam Jejak Sejarah Kerajaan Singhasari Lewat Festival Singhasari

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar Festival Singhasari di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Kota Malang, Rabu malam (22/11/2023). Festival Singhasari digelar sebagai langkah untuk merekam jejak-jejak sejarah Kerajaan Singhasari dan menunjukkannya kepada masyarakat luas.

Kepala Dindikbud kota Malang, Suwarjana dampingi Pj Wali kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM tinjau bilik diorama sejarah Singhasari

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan festival ini menyajikan 10 diorama drama yang menunjukkan jejak sejarah di era Kerajaan Singhasari. Seperti halnya Ken Angrok yang menjadi Raja Tumapel yang kini dikenal sebagai Singhasari sejak tahun 1.222 hingga 1.227 Masehi, ada juga jejak sejarah keris Empu Gandring di era sekitar tahun 1.200 hingga 1.201 Masehi, dan lain sebagainya.

Festival ini merupakan langkah nyata dalam merawat dan menjaga sejarah. Selain itu juga untuk menunjukkan kepada publik bahwa Malang mempunyai banyak sejarah penting. “Sejarah ini tak lekang ditelan zaman dan dapat diwarisi oleh generasi penerus bangsa ini,” tuturnya.

“Ayo kita telusuri jejak-jejak sejarah melalui Festival Singhasari, Kota Malang ini mempunyai sejarah. Makanya untuk kegiatan-kegiatan, kita mengangkat sejarah. Yang jelas kita nguri-uri budaya, sejarah, kita tidak lupa sejarah bahwa di Malang itu ada Singasari,” jelas Suwarjana.

Tujuan berikutnya adalah agar anak didik atau siswa mengenal sejarah kita sendiri, terutama Kota Malang. Di cerita Singasari itu ada keberagaman, dan acara ini menjadi cara efektif untuk mempersatukan.

Melibatkan siswa dan guru, dari festival ini akan ditindaklanjuti di ruang kelas maupun mendatangi beberapa lokasi jejak sejarah Kerajaan Singhasari. “Dengan demikian para siswa tidak hanya memahami secara teori tapi juga mengetahui secara langsung jejak sejarah tersebut,” jelas Suwarjana.

Seperti halnya sejarah Ken Angrok dan Ken Dedes di wilayah Kelurahan Balearjosari serta petilasan Kerajaan Singhasari di kawasan Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content