Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi dengan Cara Cerdas Budidaya Padi, Rabu (24/03/2021). Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan kelompok tani dan gabungan kelompok tani ini juga merupakan salah satu bentuk pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian agar produktivitas padi dapat meningkat serta semakin optimal.

Bantuan benih padi Inpari 32 dan Inpari 33 kepada 33 kelompok tani (Gapoktan) pada kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi dengan Cara Cerdas Budidaya Padi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ir. Ade Herawanto, MT menyampaikan peningkatan produktivitas tanaman padi saat ini menjadi tumpuan besar pemerintah untuk meningkatkan produksi padi nasional. “Hal ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ketersediaan dan kecukupan pangan khususnya beras ini menjadi prioritas untuk mengantisipasi kerawanan pangan,” papar Ade Herawanto.

Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi adalah dengan cara cerdas budidaya padi. Adapun hal-hal yang melatarbelakangi teknik ini adalah pertama, lahan untuk berusaha tani yang semakin menyempit saat ini. Kedua, produktivitas padi yang juga semakin menurun. Ketiga, adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang tinggi.

“Dasar pertimbangan cara cerdas budidaya padi ini yang keempat adalah penggunaan pupuk yang semakin tinggi. Lalu yang terakhir adalah biaya produksi yang tinggi,” jelas Rohman Budiono, SP, M. Sc dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur saat menyampaikan materi kepada peserta bimtek.

Salah satu cara cerdas budidaya padi adalah dengan memperhatikan komponen Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Komponennya ada tujuh yaitu varietas unggul baru berdasar spesifik lokasi, benih unggul yang berkualitas, penggunaan bibit muda, populasi optimal dengan tanam sistem Jajar Legowo, pemupukan dengan spesifikasi lokasi, kecukupan air, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

“Prinsip dasar Jajar Legowo ini adalah semua tanaman menjadi tanaman tepi, populasi tanam bertambah 30%, pemupukan efektif dan tepat sasaran, mengurangi tenaga menyiang ≥50%,” terang Rohman.

Komponen selanjutnya yang dapat memengaruhi produktivitas dan produksi padi adalah pemupukan yang berimbang, kecukupan air dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan secara terpadu.

Pada acara ini juga diserahkan bantuan benih padi Inpari 32 dan Inpari 33 kepada 33 kelompok tani (Gapoktan) sebagai varietas padi terbaru yang direkomendasikan agar produktivitasnya dapat meningkat. (eka/ram)

 

You may also like

Skip to content